.
Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, Fantasy, Romance Rate : T
Warning : typo,mainstream,ooc,newbie,dll.
'Trannkk'... suara kedua bilah pedang tipis yang saling beradu menimbulkan suara denting yang menggema diruangan yang hanya diterangi sebuah lilin putih.
Seorang laki-laki berperawakan tinggi dengan surai pirangnya tengah serius menatap lawan didepannya. Sementara Laki-laki yang diberi tatapan serius dari pria didepannya, hanya menyeringai tipis.
Aura membunuh menguar seakan mengintimidasi satu sama lain.
"Hyahh...". Teriak pria berambut hitam .lalu mengayunkan pedangnya pada leher pemuda pirang.
Pemuda yang mendapat serangan tiba-tiba dari laki-laki didepannya. Sesegera mungki memberi tempat pedang laki-laki tua itu mendarat.
Di lecutkan pedangnya. Hingga pedang laki-laki tua itu terlepas dan terlempar jauh.
"Kali ini aku pasti akan menang". Teriak pemuda itu dengan optmis. Mengingat lawannya yang tak bersenjata.
Laki-laki tua itu memang sangat ahli dalam pertarungan, sehingga meski tak bersenjata wajah nya tetap dingin dan tenang.
Berjongkok kebawah menghindari pedang pemuda. Ditangkapnya lengan lawannya.
Lalu memainkan tangan itu sehingga tanpa sadar. Pedang yang tadinya mengarah kedepan. Kini berbalik kebelakang.
"Cukup ayah .aku kalah lagi". Ujar pemuda pirang itu pada laki-laki tua didepannya. "Haha... kau lebih kuat dari kemarin Naruto". Ucapnya dengan ekspresi senang.
"Tapi kau terlalu meremehkan musuhmu. Dan aturan dalam pertarungan satu lawan satu adalah tidak boleh menyerang dengan senjata apabila musuh tak bersenjata". Ujar laki-laki tua itu.
Pria paruh baya berambut hitam itu mengulurkan tangannya yang dingin pada si pria pirang.
Dengan senang hati diterimanya uluran tangannya.
Merekapun telah berdiri dalam hening, hingga seseorang memecah keheningan.
"Madara-sama. Orochimaru datang. Dia ingin menemui anda". Ucap anteknya. Madara yang mendengar kabar bahwa Orochimaru teman lamanya datang lantas agak terkaget. "Baiklah .pergilah". Ucapnya mempersilahkan anteknya pergi.
"Latihan hari ini cukup".
Madara melenggang pergi meninggalkan ruang latihan. Sementara Naruto menidurkan dirinya ke lantai kayu yang ia pijak untuk mengistirahatkan badannya yang kelelahan.
NARUTO POV ON.
Hahhh... aku mendesah keras rasa lelah ini benar-benar membuatku ingin tidur dikasur yang empuk seperti seorang pangeran dengan jamuan di sampingnya.
Tapi itu jelas tidak akan mungkin terjadi karna kami hanyalah sekumpulan bandit. Bukan anggota kerajaan.
Aku selalu ingat pesan ayah. Ayah bilang aku punya kekuatan istimewa yang tidak dimiliki orang lain . Dan juga dia bilang kekuatanku ini dapat digunakan untuk mengusai dunia.
Tapi kenapa aku tidak bisa mengalahkan ayah.
.
NARUTO POV OFF.
KAMU SEDANG MEMBACA
Legendary Sword
Fiksi PenggemarAku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi. jika kelahiranku adalah bencana bagimu ayah, aku akan mewujudkan keinginanmu. Tak peduli meski kau ayahku, suatu saat nanti akan kupenuhi kekhawatiranmu dengan pedangku.
