PROLOG

17 4 0
                                        

Halo semuanya, bertemu lagi dengan aku.

Apa kabar? Semoga selalu baik ya.

Today, aku bawa cerita baru. Yaps, ini cerita kedua aku setelah Karisa. Bagi kalian yang baru tau aku atau baru liat cerita ini, baca Karisa juga ya.

And happy reading darl, hope you like my story.

"Manusia, tempat kecewa paling dalam".

"Aidan"seru Hanan berlari tergesa gesa menghampiri Aidan.

"Naon atuh nan, meni lulumpatan Kitu?"sahut Raden menatap temannya itu heran.

[Kenapa nan, sampe lari larian gitu].

'hah, hah, hah' engah Hanan kala sampai didepan Raden dan Aidan.

"Kenapa nan?"tanya Aidan.

"Ai maneh beneran bobogohan jeng si Naura?"tanya Hanan masih Ter Engah engah.

[Kamu beneran pacaran sama si Naura?].

"Iya, udah 2 hari"jawab Aidan apa adanya.

Raden mengernyitkan keningnya, tak mengerti dengan apa yang kedua temannya itu bicarakan.

"Ngomongin apa sih?"tanya Raden.

"Loh, maneh teu tau den. Sekolah lagi heboh bahas Naura sama Aidan pacaran, kudet siamah"cibir Hanan.

[Loh, kamu gak tau den. Sekolah lagi heboh bahas Naura sama Aidan pacaran, kudet kamu].

Setelah mendengar penuturan Hanan barusan Raden pun menganggukkan kepalanya pelan, tanda ia telah mengerti.

"Beneran dan?"tanya Raden memastikan yang langsung disuguhi anggukan oleh Aidan.

"Hebat maneh dan, Naura diincer kelas 12 2 angkatan kemaren aja gak dapet. Lo baru Deket sebulan udah dapet, hebat maneh"ujar Hanan menyanjung.

"Namanya juga cinta nan"ucap Aidan sembari merangkul Hanan.

Ketiga lelaki itu berjalan memasuki area sekolah, pandangan Aidan langsung menangkap satu objek cantik yang baru saja keluar dari ruang guru bersama kedua temannya.

Naura anastasya.

Raden menyenggol lengan Hanan pelan, membuat Hanan langsung menoleh dengan tatapan bertanya.

"Naon den?"tanyanya dengan logat khas Sundanya.

Raden mengarahkan jari telunjuknya kearah naura yang tengah berjalan dengan kedua temannya.

Seakan si paling peka, Hanan segera menoleh pada Aidan yang tengah tersenyum menatap kekasihnya itu tanpa memalingkan pandangannya.

"Iya nyaho geulis dan, meni teu ngicep Kitu natapna"celetuk Hanan membuat Raden dan Aidan terkekeh-kekeh.

[Iya tau cantik dan, sampe gak ngedip gitu natapnya]

PHOTOGRAPHWhere stories live. Discover now