Chapter 1 - Kesialan

13 4 0
                                        

Dunia kita tak lagi sama…

Kau telah berada di tempat yang jauh dan penuh cahaya suci…

Dan aku terbujur dalam sepi dan menanti untuk bertemu dirimu

Namun entah kapan kita bisa ketemu kembali

Dan bersama lagi seperti sedia kala

Aku sangat merindukan dirimu

Senyummu dan canda tawamu

Yang selalu menghiasi hari-hari’ku dengan ceria…

Namun…

Tuhan berkehendak lain

Kita berpisah untuk selama-lamanya

Hanya sebongkah nisan yang tertulis namamu

Dan hati’ku berkecamuk tak menentu…

Dalam ruangan kosong dan hampa

Aku terduduk di bangku yang kau duduki itu

Hati Ku menahan isak dan tangis

Dan berderai air mata yang terjatuh bergelimpangan

Apakah kau rindu kepadaku

Seperti aku yang merindukanmu disini

Kau selalu menghiasi hari-hari’ku dengan indah

Kau membuatku menjadi bahagia seperti dulu

Namun mengapa kesedihan ini datang kepadaku

Sayang...

Seperti apakah duniamu sekarang?

Apakah jauh lebih indah dari duniamu yang sebelumnya

Aku hanya selalu berdo’a kepada’mu

Agar kau selalu bahagia dan tenang disana

Dan Tuhan selalu menjagamu dengan baik…

Bandung, 14 Juni 2019

Ada seorang pria malang yang tengah ditinggal oleh kekasihnya dua tahun yang lalu, dia duduk termenung di sebuah kafetaria favoritnya sambil meminum kopi macchiato kesukaannya serta memikirkan hal-hal yang membuat ia bahagia bersama kekasihnya saat ia masih hidup.

Rasanya tenang sekali jika memikirkannya hingga membuat pria itu menarik sudut bibirnya setelah dua tahun menghilang entah kemana, tetapi senyuman itu dibuyarkan dengan adanya gadis cantik yang tiba-tiba secara tidak sengaja menabrak pria ini "Ck sial nggak bisa tenang sehariii aja" hingga kopi kesayangannya jatuh dengan cuma-cuma dan membuat pria tersebut kesal sampai-sampai ingin menyumpah serapahi orang itu.



Akankah gadis itu selamat dari ocehan pria itu atau dia selamat dan pergi?



"Aaaaa aduh maaf tuan, maaf saya tidak sengaja menabrak anda." Ucap gadis tersebut pada si pria jangkung, Namun dia tak menghiraukan si gadis ini karena sibuk melihat penampilannya dari bawah hingga atas dan mengucapkan "Oh iya tidak ap-", Lalu si gadis ini sepertinya tidak punya banyak waktu untuk menjawab pernyataan pria ini karena dia langsung melenggang pergi berlari ke arah selatan. Dan si pria ini hanya menggelengkan kepalanya karena sikap gadis tersebut hingga ia tak sadar dan bergumam "Lucu..."

Syukurlah... Ternyata dia baik-baik saja dan hampir kena Omelan si pria jangkung tersebut.








-------•0•--------










NEXT TIMEE!!!!

:)

Story Of Robin DominicHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora