BEHAVIOUR '00

11 3 0
                                        

-▪▪-

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

-▪▪-

Tangan lentik milik seseorang wanita sedang mengetuk meja dengan tempo yang teratur, pandangannya masih tetap berfokus ke arah luar jendela yang menghamparkan barisan gedung pencakar langit. Helaan napas terdengar jelas, wajahnya juga terlihat amat kelelahan akibat pekerjaan yang menumpuk.

Bahkan kantung mata menjadi terlihat jelas akibat tidak tidur selama dua hari hanya untuk menyelesaikan tumpukan kertas yang penting.

"Sangat lelah bukan, Zeryna?" Sosok wanita paruh baya berpakaian formal menghampirinya dengan nada suara yang tegas.

Wanita yang sedang terlungkup itu bernama Zeryna Jasmine, anak tunggal dari pemimpin sebuah organisasi kesejahteraan masyarakat. Zeryna menatap wajah wanita itu dengan sendu.

"Ibuu, aku lelah!" Rengeknya seperti anak kecil.

Wanita paruh baya itu hanya terkekeh pelan melihat tingkah anaknya yang kekanak-kanakan, "dari pada merengek terus lebih baik kerjakan pekerjaanmu, Zeryna Jasmine."

Zeryna mengatupkan mulutnya lalu mencebik kesal, "aku lelahh! Tolong biarkan anakmu istirahat ya ibundaa! Kenapa tega sekali pada anakmu ini, Zemora Alasya?!"

Zemora menyentil dahi Zeryna agar anak itu berhenti merengek. "Jangan seperti anak kecil, sadar umur. Umurmu itu 25 tahun."

"Hiks, kenapa ibunda selalu menyiksaku seperti ini." Katanya dengan mendramatisir. Zemora merotasikan netranya, sebenarnya anaknya ini mirip siapa? Kenapa kekanakan sekali dan juga sangat dramatis.

"Astaga nak, apa kau ingin menjadi seorang ratu drama? Dramatis sekali kata-katamu itu."

Zeryna memandang ibunya dengan tatapan tak percaya, kenapa ibunya ini sangat tidak bisa diajak bercanda. Serius sekali hidupnya.

Tiba-tiba terlintas ide gila dibenaknya, ditatapnya sang ibu dengan senyuman penuh arti lalu Zeryna menghampirinya dan memeluk lengan wanita itu.

"Ibuu!"

"Hm." Zeryna mencebik kesal, karena ibunya sedang fokus menatap layar i-pad ketimbang anak semata wayangnya ini.

"Ibuuuu!"

Zemora yang kesal lalu menatap anaknya dengan datar, "ada apa anakku?" Zeryna hanya menyengir lalu memeluk ibunya dengan erat.

"Astaga! Jangan lakukan itu, kamu membuat ibu sesak napas!"

"Hehe, mianhe eomma."

BehaviourWhere stories live. Discover now