d e l a p a n (ending)

3.4K 379 31
                                        

Suasana pantai itu begitu hangat dengan nuansa putih dan emas yang didekorasi sedemikian rupa agar menjadi indah. Pengantin perempuan dengan bahagianya melempar buket bunga yang ia pegang ke belakang. Sedangkan yang menunggu di belakang sudah bersorak-sorai menunggu buket bunga tersebut mendarat di salah satu tangan mereka.

Ternyata seorang wanita muda yang mendapatkannya. Ia kemudian tertawa dan bergumam "mau kawin sama siapa gue?!" dengan pelan karna malu akan didengar orang. Ia tertawa dan kembali ke tempat duduknya.

Merasa ada yang mencolek bahunya, ia menoleh dan mendapati wajah itu. Wajah yang sudah empat tahun lamanya tidak ia lihat. Wajah yang tidak pernah ia hapus dari otaknya.

"Jani?" sapa pria itu takut-takut.

Jani tersenyum kikuk dan menaruh buket bunganya, "Ilham? Kok bisa di sini?"

Ilham membalas senyuman Jani dan menarik kursi di sebelah wanita itu, "Iya, itu Hafidz sepupu gue yang kawin. Lo juga kok bisa ada di sini?"

"Gue kerja di event organizer yang ngurus pesta ini," Jani menyelipkan sejumput rambutnya di belakang kuping.

Ilham hanya ber-oohhh ria. Seketika mereka malah diselimuti keheningan padahal suasana begitu ramai. Canggung. Entah apa yang harus mereka katakan kepada satu sama lain yang sudah terlihat sangat amat berbeda sekarang.

Jani dengan wajah cerahnya dan pembawaan yang ceria. Ilham yang terlihat lebih tidak menyebalkan dan auranya yang hangat.

"How's life?" tanya Jani memecah keheningan.

Ilham berdeham, "Udah banyak berubah semenjak waktu itu ketemu lo, Jan. How's yours?"

"Lebih baik. Gue udah gak merasa kesepian lagi di tengah-tengah keramaian. Udah lama ya, gak ketemu."

Ilham terkekeh, "Padahal dulu kita bilangnya gak mau ketemu lagi, ya?" Ilham berdiri ketika alunan musik pernikahan terdengar, "may I have this dance?"

Dengan anggukan, Jani menerima ajakan Ilham. Mereka menari di tengah beberapa pasangan dan kedua mempelai yang tengah berdansa.

"Jan, bisa gak kita mulai dari awal? Kita kenalan ulang, kita buang jauh-jauh hari pertama kita ketemu. Bisa gak?" tanya Ilham ketika Jani menyenderkan kepalanya di bahu pria itu.

Dengan senyuman sumringah Jani menjawab, "Bisa."

"Oke. Hai, gue Ilham. Nama lo siapa?"

"Jani, nama gue Jani."

****************************************

DAHHH AKHIRNYA SELESAI YA JAN????

Thank you buat azaani yang namanya dan nama pacarnya gue pake di cerita ini.

Thank you buat rdnanggiap yang selalu hadir kapanpun dimanapun ketika gue galau. Walaupun lo lebih sering tai-nya sih.

Thank you buat elcessa dan octobieber yang udah ngasih feedback terus! Love you guys xx

Iya ini udah gue pikirin mateng-mateng dari awal endingnya mau kayak gini hehe. Maaf kalo mengecewakan:)

And Then, I Met You.Where stories live. Discover now