1

2 1 0
                                        

Hai gimana kabarnya?
Sebelum membaca gw ingetin! TYPO ADA DIMANA-MANA! jadi hati-hati dalam membaca.
Sekian terimakasih🤩

Happy Reading...
.
.
.

"LALALA AKU TERBAYANG WAJAH MU OOOHH DUHAI KEKASIH"

"AKU MENCINTAIMU SAMPAIIIII MAAAATIIII"

"HOBAAH ACIKIWIR KIW DUDA SUGAR DEDIH"

"LUPAKAN SEMUA KENANGAN INDAH DENGAN KU"

"ANGGAP LAH AKU TAK PERNAH ADA UNTUK MU"

"KU INGIN BAHAGIA WALAU TANPA KAMUUUUU"

"KAU HANYA MANTAN---"

"KEKASIH GELAP KUU"

"HOBAHHH ABANG SINI BANG" seru Qinan.

Seno melihat itu memegang dada nya dramatis. "Dek? Ayo ke Rsj"

"Mau ngapain? Ada yang gila kah bang? " tanya Qinan polos.

Seno tersenyum dan mendekati adiknya, "ada loh" ucapnya sambil mengelus rambut Qinan.

"Siapa? "

'Wahai bocil ku apakah engkau tidak sadar?' Seno menjerit dalam hati.

"LU DEK LU!! ASTAGHFIRULLAH YA ALLAH PUNYA BOCIL GINI AMAT. UDAH GILA LEMOT PULA" pekik Seno sambil menggelitiki perut Qinan.

"Lu ngatain hahaha gw gila bang?? Setan hahaha asu hahaha hiks udah anjer WOY BANGKE HAHAHAA MAMAHHH!! BANG SENO IHH!! "

Seno memegang telinganya yang berdengung, ia menjitak kening Qinan. "Suara lu melebihi toa njir" sinis Seno.

"Toa ya? Mau gw ulangi lagi gak suaranya? " Qinan menaik-turunkan alisnya.

Pemuda itu mendeliki, "teu hayang! "

Qinan tertawa pelan dan begitu pun Seno ikut tertawa tapi lama kelamaan tawaan itu semakin menggelegar membuat Seno berhenti tertawa dan memandang adiknya dengan khawatir bercampur takut.

Takut adiknya kesurupan.

'Setelah ini apa yang akan terjadi pada hamba' batin Seno pasrah.

"BWHAHAHA HAHAHA HIHIHI HAHAHA" Tawa Qinan semakin menjadi membuat Seno kalut.

"SENO! QINAN! KALIAN BERDUA TUH LAGI NGAPAIN HAH?? BERISIK TAU GAK?! COSPLAY JADI ORGIL? APA JADI KUNTI SAMA POCONG? DARIPADA COSPLAY GAJELAS MENDING BANTU MAMAH BEBERES! CEPET KESINI!! " Teriak sang kanjeng ratu dari ruang tamu.

"Hiks hiks hiks hahaha hiks jahat kamu jahat hiks HAHAHAHAHA HIHIHIHIHI"

"Gobl*k! Setan lu! Qinan lu kerasukan? Jawab dek?! " Seno mengguncang tubuh Qinan tanpa takut walaupun sedikit takut.

Qinan langsung melotot ke arah Seno, lalu dia mendorong pemuda itu hingga tersungkur.

"Shh, bangke lu setan" umpat Seno kepada adiknya.

Dan tanpa beban, Qinan mengambil satu kaki Seno dan menyeretnya keluar.

Mengerjapkan mata lalu berteriak, "MAMAH! ANAK MAMAH KAASUPAN SETAN!! HUWA TOLONG KAKI SENO DISERET, MAMAHH" pekik Seno membuat Asti terkejut.

"Seno,Qinan kalian kenapa? Kalian dimana hah? "

"Seno dibawa kebelakang rumah maMAHH AAAA QINAN SETAN ASU AWAS ITU AYA PANCI ISI CAI PANAS ANJIN*!! "

"SENO?!! " Asti kalang kabut mencari anak-anaknya. Pasalnya belakang rumah ini tuh luas jadi mau nyari kemana?!

'Ni bapaknya kemana sih? Anaknya lagi kerasukan malah gada' batin Asti.

Q & SCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang