SOMNABULISM

4 1 0
                                        

'Somnabulism.'
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Ada sebuah cerita yang tak boleh diucapkan dan dibicarakan. Cerita misteri penuh rahasia yang tak dapat dipecahkan oleh siapapun.

Dimana sebuah sayatan, potongan badan manusia dan pertumpahan darah mengenang begitu saja tanpa ada yang tahu siapa pelaku penyebabnya.

Ingin tahu??

Siapkan dirimu untuk mencari jawabannya agar puzzle dapat terpecahkan.

Dan inilah kisahnya..

.•° .•° .•°

Dikegelapan malam tanpa cahaya lampu disaat semua orang sudah terlelap memasuki dunia mimpinya terdengar langkah kaki yang diseret, lalu disusul oleh suara benda jatuh yang cukup keras dan geraman tertahan.

Geraman itu terdengar semakin kuat, peraduan antara gigi dan rahang serta kecapan lidah menghancurkan suasana yang sunyi ditengah malam sepi. Membuat seseorang yang tadinya tertidur nyenyak dalam pelukan sang kasih tersentak bangun. Mengumpat serapah, matanya menatap nyalang pada jam didinding kamarnya yang menunjukkan pukul tiga lewat lima menit menjelang pagi hari.

Dengan mata mengantuk, ia bergegas turun dari ranjang. Memeriksa siapapun yang berani menganggu waktu tidurnya. Takkan ia biarkan orang itu lolos dari tangannya.

Membuka pintu kamar, suasana segelap malam menyambut matanya, hanya ada cahaya lampu dari kamar yang pintunya masih ia buka. Tak ada siapapun dikegelapan malam itu. Namun, ia tetap melangkahkan kakinya karna suara geraman dan kecapan lidah itu masih ia dengar. Semakin jelas dan semakin keras saat langkahnya juga semakin dekat.

Lalu, matanya menangkap siluet itu.

Tak terlalu jelas, hanya bentuk tubuhnya yang dapat ia tangkap di matanya, pakain lengan panjang selutut dan rambut panjang sepunggungnya. Dengan Tangan terkepal, ia menghampiri sosok itu.

Semakin dekat...

Selangkah dekat...

Dekat dan..

BRUK!!

••Δ¥¥••

Rintihan perih terdengar dari bibir yang penuh dengan luka dan kotoran makanan itu. Tangganya bergerakkan mengusap bagian keningnya yang terasa mengaliri sesuatu. Darah. Ringisan tak dapat terhindar dari bibirnya. Sepertinya robek lagi.

Matanya mengerjab pelan saat cahaya lampu menusuk rentinanya. Lalu, tatapannya terarah pada seorang wanita paruh baya yang menatap tajam dirinya. Seolah ingin menghabisinya saat itu juga.

"M-mom.."

Wanita paruh baya itu menggampai rambut panjang gadis itu yang tergerai. Mencengkramnya dan menariknya dengan kasar tanpa sempat gadis itu menghindar. Terikan kesakitannya bahkan tak membuat wanita yang tak lain adalah ibu dari gadis itu iba.

"Anak, Sialan! Sudah ku katakan padamu untuk jangan menghancurkan barang-barang yang ada di rumahku lagi!" Lalu, tangannya yang satu lagi bergerak cepat menarik telinga gadis itu dengan kuat, seakan ingin mencopotkan telinga itu dari kulit kepalanya.

"AKH!! Sakit, Mom." pekiknya dengan tangisan yang tak didengar.

"Sakit? Rasakan itu! Rasakan! Telingamu ini tidak pernah kau gunakan dengan baikkan?!" wanita paruh baya itu melepaskan kasar telinga dan rambut gadis itu. Ia berdiri melangkah kedepan untuk mengambil sesuatu. Setelah mendapatkannya, seringai keji muncul dibibirnya.

SOMNABULISMStories to obsess over. Discover now