𝗖𝗵𝗮𝗽𝘁𝗲𝗿 𝗜

3.8K 185 15
                                        

Pagi yang cerah dimana matahari baru saja menampakan sinarnya serta suara burung yang melantun sangat merdu seolah sedang bernyanyi

tapi tidak untuk seorang dengan mata abu serta warna rambut senada ini. Hal tadi merupakan gangguan yang paling ia benci karena harus bangun dari kasur tercintanya

Miya Osamu.

Osamu membuka matanya perlahan lalu sedikit meregangkan badannya usai kegiatan favorite nya dihentikan oleh matahari sialan.

ia lalu berbalik dan dapat dilihat seseorang yang kini ada disebelahnya masih tidur pulas, Osamu menatap wajah itu 'ahh semirip ini kah kita'
itu muncul dibenaknya

"kau sudah bangun?" osamu terkejut saat yang berbicara adalah sosok yang kini ditatapnya

"sejak kapan kau bangun?!" tanya osamu dengan wajah tidak santai

"haha saat matahari sialan ini belum terbit sayang" jawabnya sambil menanamkan kepala osamu dilehernya

osamu tidak menolak dia malah menyukainya, hal hal yang dilakukan orang ini padanya semuanya menjadi hal favorite untuk osamu, osamu kemudian tersadar lagi dan mendorong tubuh orang itu untuk memberi jarak

"jam berapa sekarang?" tanya nya
"jam 7 kenapa?"
"bodoh! kita bisa telat!" jawab osamu yang langsung bangun dan ke kamar mandi

sementara orang itu hanya tersenyum jahil ditempatnya

Miya Atsumu namanya. Kakak kembar osamu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"pelan pelan osamu, ini masih pagi" ucap seorang wanita anggun yang kini tengah menyiapkan sarapan di meja makan yang besar itu

"atsumu kurang ajar!!" teriak osamu saat ia melihat jam dinding itu

"siapa suruh tidak melihat jam di kamar" jawab si surai pirang itu sambil mengangkat bahu nya

"ada apa astaga ini masih pagi!" kali ini sang bunda yang tengah menuangkan jus itu yang bicara

"dia membohongiku bu, aku bahkan hampir tidak mandi tadi"

"kau sendiri yang salah, tidak memastikan perkataanku benar atau tidaknya dasar"

"kubunuh kau atsumu"
"hentikan itu, ini masih pagi" sekarang bukan sang bunda namun si kepala keluarga rumah ini yang bicara

"ayo duduk kita sarapan" ajaknya

Keduanya langsung duduk dan melahap sandwich buatan bunda nya tadi, mereka ber empat makan sambil berbincang damai

sampai saat atsumu dengan jahilnya mengelus kaki didepannya ini dengan kaki nya untuk maksud menggoda

osamu terkejut, namun sebisa mungkin dia tetap datar dimukanya, osamu menatap atsumu dengan tajam

"ahh ini tidak cukup aku harus latihan nanti, aku akan ambil sereal lagi ya" ucap atsumu

"ahh begitu oke ambil sana, kau bisa buat sendiri kan?" tanya sang bunda

atsumu hanya menganggukan kepala lalu pergi ke dapur, hal ini diikuti dengan melirik osamu dan osamu tau arti lirikan itu

"aku juga akan membuat sereal" osamu lalu bangkit dari duduknya dan menyusul saudara kembarnya itu

"wah kalau osamu tidak biasanya begitu" ucap heran ayahnya

"haha mungkin dia sedikit lemas hari ini, lagipula osamu itu jarang banyak makan seperti ini jadi bagus untuk nya" jelas ibunya dan mereka melanjutkan kegiatan sarapan tadi

Beralih ke dapur

"jangan menggoda ku didepan ayah dan ibu seperti tadi" tegur osamu

"maaf aku sudah tidak tahan" atsumu langsung menarik lengan sang adik, membuat kedua tubuh itu bersentuhan dan menciumnya

"mhh hahh" desah osamu saat atsumu memasukan lidahnya, ciuman itu semakin panas saat atsumu memulai aksinya dengan memainkan lidahnya didalam mulut osamu

osamu kemudian mendorong sedikit badan atsumu untuk melepaskan tautan tadi

"ayah dan ibu dimeja makan, jangan lakukan ini sekarang atsumu!" osamu kini marah dengan suara pelan, agar kegiatan tidak senonoh ini tidak sampai ke telinga sang orang tua

"tapi aku sudah keras osamu" atsumu lalu tambah mendempetkan badan mereka, osamu kini bisa merasakan sesuatu sudah berdiri dibawah sana

"hhh apa yang membuat mu jadi sekeras ini hm?" pertanyaan itu dibisikan ke telinga astmu dengan maksud menggoda

osamu kemudian menjilat telinga sang surai pirang untuk lebih menggodanya

"kau tahu jika kau begini aku akan menerjangmu kan?" bisik atsumu lalu mencium leher sang adik

"ahh aku bisa menahan suara ku" jawab osamu lalu membawa kepala sang kakak ke atas hingga mereka saling menatap

"masuki aku sekarang~" osamu lalu memasukan tangannya ke dalam celana atsumu, disentuhnya kepemilikan atsumu yang kini sudah sangat tegang itu

"sial kau harus bertanggung jawab osamu!" umpat atsumu ketika tangan lihai osamu itu mengelus benda nya itu

"oke akan kupuaskan kakak kesayanganku ini"

to be continue...

haii kayanya setiap kesempatan disini bakal ada adegan tidak senonoh seperti yang diatas tadi ya jadi dosa ditanggung sendiri yaa :)

ForbiddenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang