"Aduhhh... ini tembok atau apa sih..." Kata ku sambil memegang dahi ku.
Tak ada jawaban...
Masih tak ada jawaban...
Aku memberanikan melihat siapa yang ada didepanku karena dari tadi aku hanya melihat kebawah terus.
Aku bernama Habi dan hari ini adalah hari dimana aku akan menghabiskan sisa SMA disekolah baruku ini, Royalty High School.
"So...so...sorry..." kataku dengan suara terbata-bata sambil sedikit melihat setiap lekuk wajah datar tanpa ekspresi sama sekali. Walaupun aku sudah mengatakan maaf tak ada jawaban sedikitpun, ia malah berlalu pergi setelah aku mengatakan maaf kepadanya. Namun, setelah dia pergi aku tersenyum, senyum yang sarat arti.
" Lo dari mana aja" kejut seseorang yang adalah temanku sewaktu SMP dan dia telah lama di Royalty high school. "Lihat yang bening, Tia..."
"Ha... maksud lo apa...hah.. ayok ah jangan macam-macam lo. Hari ini lo ada di sekolah baru , jangan sampe jiwa bucin ala novel lo bangkit lagi." Kata tiara sambil menarik tanganku dari koridor itu. Aku menurutinya dan aku sadar bahwa kamus pacaran real tak ada dalam kamusku, aku hanya mengkhayal pacaran ala novel romance di Wattpad.
Setelah tiara mengantarkanku pada wali kelas yang kelasnya X-IPA akan bertambah satu murid yaitu aku sendiri dan aku satu kelas dengan Tiara. Aku takut- takut ketika kami sudah sampai didepan kelas, Bu dewi masuk duluan dan aku bisa mendengar sapaan, candaan, dan....sebuah suara yang menyuruhku untuk masuk.
"Okay, anak-anak ini adalah teman baru kalian, silahkan perkenalkan dirimu Habi"kata Bu Dewi sambil mundur beberapa langkah dibelakangku.
"Ummmmm... Perkenalkan nama saya adalah Habi , dan saya berharap kita dapat berteman untuk waktu seterusnya sekian terima kasih" Sambil mundur hingga aku dan ibu Dewi berdampingan. Aku mengedarkan pandanganku diseluruh kelas dan menangkap sosok yang aku temui beberapa menit tadi.
"Manik mata itu...
Hidung itu... Bibir itu.....
Ahhkhhh membuatku seakan melihat tokoh cowok Wattpad yang kukagumi...
YOU ARE READING
Love Unfair
Teen FictionDia yang lebih dingin dari yang kukira namun bersikap manis dan berhati lembut di setiap kali kami bertemu.
