Sabtu,11 Juni 2022.
Kalau aku bisa,aku tidak akan pernah mau untuk mengenali dirimu atau siapapun kamu.
Dan salahnya diriku,aku terlalu terobsesi hanya untuk sebuah rasa yang sama sekali tak bisa terkendali.
Awal kisah ini terjadi.
Saat aku salah mengenali seseorang yang ku kira itu dia,.
********
Namaku Bintang Dewi Permatasari.
berkulit sawo matang,tinggiku sekitar 165 cm, rambut hitam legam,panjang menjuntai sampai paha, memang sengaja tidak aku potong sih dari sd kelas 5.
Berat badan ku hanya 45 kg kata orang aku seperti kutilang darat (kurus, tinggi, langSing, dada rata) tapi itu tak Mengapa asalkan aku hidup sehat, tidur nyenyak, makanpun terasa nikmat.
Aku seorang ibu rumah tangga yang mengurus satu anak.
Mimpiku tak menjadi nyata,memiliki cita-cita setinggi langit tapi tak kesampaian.
Hanya menjadi angan angan dan pergi membawa sejuta kenangan.
Tapi aku bersyukur, setidaknya saat ini aku memeliki keluarga yang harmonis.
Meskipun semua orang pasti merasakan rumah tangga yang tak semulus kita harapkan, adakalanya pertengkaran kecil seperti pelangi yang mewarnai setiap perjalanan kehidupan rumah tanggaku.
Bagiku itu hanyalah bumbu sebagai pelengkap,tanpa adanya asam, manis, dan pahitnya semua itu akan menjadi hambar tanpa ada rasa.
Ayah hebatku Rizaldi Argantara serta ibu Femi Listiowati.
Keluargaku bukan dari keluarga kaya raya,orang tuaku hanya pekerja serabutan biasa tapi Alhamdulillah Mereka bisa menghidupi kedua anaknya dengan cukup..
Aku anak pertama,dari dua bersaudara.
Adiku Ningdi arum sekarwati.
kelas 3 SMP.
Yang pasti aku sedikit insecure bila berdampingan dengannya,dia jauh Lebih tinggi dariku,169 cm meskipun dia berperawakan sama denganku tapi adikku memiliki kulit putih bersih.
Kisah itu sempat tak ingin aku ceritakan,, bagiku semua yang sudah berlalu biarlah jadi kenangan.
Antara kisah pilu, bahagia,senang,bahkan kisahku yang Pertama kali merasakan cinta cukup menggelikan bila di ingat...
Masa itu aku sekolah di SMA swasta cukup terkenal di daerahku,sangat tak sengaja aku mimilih jurusan IPA dengan mengikuti tes tertulis soal matematika,kima,fisika dan biologi..
Jujur, waktu itu itu aku hanya iseng iseng saja mengisi setauku.
Kata temanku siswa/siswi yang masuk jurusan ipa itu adalah siswa/siswi terpilih cerdas dalam hal pelajaran.
Dibandingian dengan anak ips yang terkenal badung.
Eeeh,,, ternyata iseng iseng berhadiah.
Akhirnya aku menduduki kelas IPA 2 dengan nilai seleksi 90, itu artinya dari 10 soal hanya 1 salahku.
Ok,,
Akan aku persiapkan mental baja dan tenaga untuk waktu kedapan pastinya akan nguras sekali fikiran.
Berteman dengan teman temanku yang pintar.
Tak luput juga aku sering di ajak mengikuti kegiatan salah satunya adalah menjadi bagian anggota OSIS.
Lelah itu pasti tapi jangan ditanya bagaimana serunya, tapi aku jadi banyak miliki teman dan semakin berpengalaman.
Tiba saatnya,,
Aku menganali salah satu siswa, dia kakak kelasku.
Tidak terlalu tampan, lebih tepatnya dia manis.
Waktu ituuu......
Flashback Tahun 2018, kelas 2 SMA.
Teeeettt,,,,,teeeettttt,,,teeeeeettttt,,teeeetttt.
Bel sekolah sudah terdengar kepenjuru kelas,Masing masing sekolah kini sudah memasuki ruangan.
Pada saat itu ulangan tengah semester akan di mulai,aku dan yang lainnya masih sibuk mencari dimana kelas dan tempat dudukku,bukannya terlambat berangkat akibat kesiangan tapi di tengah jalan terjadi insiden bocor ban motor yang tidak di inginkan para siswa saat hendak berangkat sekolah.
"Ving,kelasnya dimana?"
Teriakku di depan gerbang sekolah.
"Tu di atas wi,kayaknya di kelas 12 IPS,Aku juga tau dari Dina semalem di chat wa."
Sambil lari tergopoh gopoh,nafasnya tersengal sengal sebab kalau telat satu menit saja belum masuk kelas bisa jadi tidak boleh mengikuti ulangan semester.
"Alhamdulillah wi,untung aja gurunya belum masuk. Eh kamu duduk sama siapa wi..?",
Tanya vingki,dengan tatapan penasaran padahal dia belum sempat meletakan tasnya di atas kursi.
"Gak tau sih,aku belum tau orangnya yg mana tapi namanya mbk nisa anggun."
Jawabku.
Memang setiap di adakan ulangan semester di sekolah ku,kami selalu duduk dengan terpisah . Biasanya akan dipasangkan bersama Kakak kelas atau juga bersama adik kelas,kebetulan saat itu aku duduk bersama kakak kelas wanita yang aku sendiri pun belum tau orangnya, tapi dalam hatiku mudah mudahan kakak kelas itu tidak galak apa lagi cuek bisa bisa aku tidak berkutik sama sekali.
"Eh Ving,kayaknya kamu duduk sama cowo Lo,liat tuh namanya." Jari telunjukku mangarahkan ke atas meja dimana sudah tertempel kartu peserta ujian di samping tempat duduk vingki.
Seketika vingki langsung berdiri dan bergeser kesamping tempat duduknya dengan raut wajah penasaran.
"Ihh,,..iya wi dari namanya juga ini mah emang bener cowok wi,tapi semoga aja deh cewek.."
Kini aku dan vingki kembali duduk di bangku masing masing yang sudah tersedia, Karna sebentar lagi guru pasti sudah berjalan akan memasuki ruangan.
Masing masing siswa pun sudah mulai berdatangan dan duduk di bangkunya berdasarkan nomer urut peserta yang sudah tertempel di meja.
Sedangkan vingki,raut wajahnya sudah tidak bisa terbaca,bahkan saat mengerjakan tugas pun dia tidak menoleh ke kanan apalagi kekiri,jangankan untuk berbicara bergerak pun tidak.
Tangan kiri tidak pernah lelah menopang dagu seolah olah pipinya akan tumpah,matanya selalu fokus melihat selembaran kertas yang aku sendiri masih garuk garuk kepala terasa tak masuk di otaku,hanya aku dan Diana saling lempar pandang melihat vingki seakan tak mau tau dengan keadan sekitar,sambil terkekeh aku menahan tawa.
Akhirnya pelajaran pertama sudah aku lalui,meskipun sedikit lama berfikir sebab semalam aku tidak fokus belajar akibat menonton film suara hati istri yang sangat menyedihkan.
Begitu juga dengan vingki dan Diana mereka sama sama lesu , lelah berfikir dan juga lelah karna duduk dengan kakak kelas laki laki yang super cuek.
Aku tidak jadi masalah untungnya kakak kelas yang duduk bersama ku dia tidak galak apa lagi cuek, dia sangat ramah kepadaku bahkan dia juga suka mengajakku mengobrol meskipun ulangan sedang berlangsung.
Bel pulang sekolah sudah terdengar menandakan ulangan di hari Senin sudah selesai,aku segera berkemas dan menenggerkan tas berwarna pink di punggung ku.
Jarak sekolah dari rumahku lumayan jauh,belum lagi cuaca di hari Senin ini cukup panas.
Kupasangkan helm lalu menaiki motor bebek kesayangan berwarna biru warna kesukaanku, tak lupa aku menyapa teman teman sebelum diriku melaju mengendarai motor untuk segera pulang.
********
ESTÁS LEYENDO
Bayangan
Novela JuvenilAku pernah berharap,lalu harapanku di patahkan berkali-kali hingga aku menyerah. ku biarkan segalanya mengalir begitu saja walaupun harapan itu memang tak sama seperti yang aku inginkan. Dan AKU hanya sebagai pemeran utama yang menyukai seseorang se...
