Nakahara chuuya saat ini sedang kelelahan karena misi nya yang cukup berat, ia baru pulang dari perjalanan misi nya di luar negri selama kurang lebih 2 minggu.
Di malam itu Chuuya sedang berjalan, tanpa sadar lampu lalu lintas sudah berganti menjadi warna hijau dan ada truk yang melaju begitu cepat ke arah chuuya, chuuya sangat kelelahan hingga tidak menyadarinya tiba tiba
...
"BRAKK" Suara hantaman begitu terdengar di telinga sang jingga ia berpikir bahwa dirinya sekarang mungkin sudah berada di alam lain.
Chuuya membuka matanya dan melihat sosok brunette nya yang berbaring lemas, tubuh sang brunette di mandikan darahnya sendiri kaki chuuya seketika lemas, sudah lama ia tidak bertemu sang brunette lalu kenapa saat bertemu kembali brunette nya ini menyelamatkan nya?!.
Chuuya begitu terpaku melihat orang yang ia sayang hampir tiada, buru buru chuuya menguatkan dirinya untuk mendekati sang brunette, setetes liquid bening jatuh dari mata chuuya mengenai sang brunette
"C..chibi, kau baik baik saja?" Dazai menatap chuuya dengan sayu, chuuya tidak tahan dengan dirinya sendiri yang begitu bodoh kenapa ia sekarang hanya terdiam bukannya menelfon ambulans?!
"Diam lah makarel!!" chuuya buru buru mengambil ponselnya dan menelfon ambulans "Tolong cepat datang ke jalan **!!" tanpa sadar suara chuuya bergetar hebat ia melihat pengemudi truk yang sudah melarikan diri dari tadi, chuuya mengutuk supir itu jika terjadi sesuatu pada brunette kesayangannya ini chuuya tak akan mengampuni supir itu.
Tak berapa lama ambulans datang membawa Dazai pergi, sesampainya di rumah sakit chuuya sangat gelisah ia lupa akan rasa lelah perjalanannya itu yang dia harapkan hanya kesembuhan sang brunette.
...
Tak berapa lama Dazai dinyatakan koma, hati chuuya begitu rapuh saat ini di tambah mendengar kabar sang brunette hatinya semakin sakit, jika saja ia lebih berhati hati sang brunette tidak akan begini, jika saja ia lebih waspada hal ini tak akan terjadi.
Chuuya masuk keruangan sang brunette saat sudah di perbolehkan oleh dokter, tubuh chuuya kini terpaku melihat brunette nya yang berpaling lemas semua alat di sana terpasang pada dazai. Hatinya begitu sakit, chuuya mendekat perlahan ke arah Dazai, chuuya kini tidak mampu menahan air matanya lagi liquid bening berjatuhan tanpa dia sadar.
"Dazai ku mohon bangun.." suara chuuya bergetar, tubuhnya lemas, matanya tak henti hentinya mengeluarkan air mata. Chuuya mengelus pipi Dazai, sekali lagi chuuya berkata "Makarel bodoh.. Kenapa kau menyelamatkan ku? Padahal kau tau nyawamu taruhan nya. Makarel Bangunlah kekasih mu ini sedang menunggumu..hiks.." isak tangis terdengar dari bibir chuuya yang bergetar rasanya chuuya ingin sekali memukul kepala yang di perban itu karena membuat nya menangis seperti ini
......
Beberapa minggu berlalu tidak ada tanda tanda Dazai untuk sadar, yang ada keadaan Dazai menurun drastis setiap hari nya membuat dokter dokter menyerah, hanya chuuya yang tidak pernah menyerah ia selalu berharap kondisi sang brunette membaik tapi tetap nihil doa chuuya tidak kunjung di jawab oleh tuhan, hingga di minggu terakhir saat chuuya pergi ke kamar inap milik Dazai ia melihat Dazai tengan terduduk sembari menatap ke luar jendela, betapa senang hati chuuya melihat kekasihnya itu sadar, chuuya lari dan menjatuhkan bunga liliy nya di depan pintu kamar, chuuya memeluk Dazai dengan sangat erat.
Sang brunette terkekeh pelan melihat chuuya nya ini seperti anak anak yang merindukan ibunya "ada apa dengan chibi ini? Biasanya ia akan marah dan memukul ku~" nada suara Dazai seolah mengejek tapi terdengar begitu lemah, hingga chuuya menangis di pundak sang brunette
"BAKA!! KENAPA KAU MENYELAMATKAN KU HAH?! KAU TIDAK BERPIKIR NYAWA MU?!" chuuya mengeluarkan kekesalan nya tapi ia benar benar tidak ingin melepaskan sang brunette ia tetap memeluk Dazai dengan erat seolah jika ia melepas pelukan tersebut Dazai akan kembali meninggalkannya
YOU ARE READING
Oneshoot Dachuu
Short StoryHanya kumpulan kumpulan cerita yang ada di kepala author jika ada typo di maklumi saja oke~
