ian bawel
Bagaimana kalau saya kesana lia?
22:34
Mungkin akan menyenangkan jika kita meluangkan waktu sejenak untuk bercanda tawa di pesisir pantai saat sore hari nanti
22:34
emang di izinin sama bunda?
read
Kalau untuk bertemu lia pasti di izinkan
22:36
emang bunda tau tentang lia?
read
saya selalu curhat ke bunda tentangmu lia
22:44
seandainya kamu disini saya akan memelukmu sepekan
22:44
ah ini menyiksa saya kamu tau?
22:45
kalau gitu lia mau lari biar ga di peluk sepekan.
read
lama tau!!
read
Sebelum kamu lari juga sudah saya peluk.
22:51
membaca bubble chat terakhir dari ian membuat degup jantung sosok perempuan manis ini sukses berdetak lebih cepat dari biasanya.
Vilia Alesya Ganeswara, perempuan dengan rambut cokelat sebahu dan juga kacamata yang selalu menghiasi muka manisnya membuat Vilia menjadi perempuan yang cantik dan manis di waktu yang bersamaan.
"duh bisa mati serangan jantung nih gue" ucap vilia sambil cengengesan sendiri di dalam kamarnya.
lia menatap langit kamarnya, mengingat kembali pesan dari ian, lelaki yang ia temui di dunia virtual setahun yang lalu. Kalian pasti berpikiran bahwa ian dan lia adalah sepasang kekasih bukan? kalian salah besar. Nyatanya keduanya hanya sepasang sahabat yang sudah melebihi dari sebatas 'sahabat' pada umumnya.
Tanpa lia sadari, ternyata sang abang sudah berdiri di pintu kamarnya tengah menatap sang adik yang nampak cengengesan
"ngapa lo cengengesan gitu? gila?"
"dih bang ngapain lo?!" tanya sang gadis, ia melotot kaget sambil ancang ancang akan melempar bantal ke arah abangnya
"santai heh, itu bunda suruh turun makan" ujar viktor lalu tanpa jawaban dari adiknya ia langsung bergabung bersama papa dan bunda, meninggalkan lia sendirian di kamar. Kacau nanti kalau lia sempat melempar bantal ke wajah tampan abangnya itu.
Beberapa menit berlalu, lia turun lalu ikut gabung bersama keluarganya.
Mereka makan dengan tenang, tak ada suara yang keluar dari mulut mereka ruangan itu di dominasi dengan suara sentuhan sendok dan garpu. Setelah makanan satu keluarga itu ludes, sang kepala keluarga pun akhirnya membuka suara
"Besok kita pindah" ucapan sang ayah yang tampak santai tidak mendapatkan respon yang sama dari kedua anaknya, viktor dan vilia di buat kaget dengan ucapan sang ayah.
"kemana yah?" tanya viktor
"Bandung" sambung sang papa
Vilia hanya terdiam. Pindah? Selama tujuh belas tahun lia tinggal disini, jelas kota ini sudah cukup membuatnya nyaman namun mau tak mau vilia harus menuruti perintah ayahnya.
saat di rasa tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, lia memilih kembali ke kamarnya. Lia beranjak menuju meja belajarnya, perempuan itu kembali membuka laptopnya mencari pesan dari sahabatnya, ian.
YOU ARE READING
Virtual Game
Teen FictionPertemuan online memang bisa mempengaruhi dua hati dengan perasaan yang berbeda dan pemikiran yang berbeda. Namun bagaimana jika keduanya tiba - tiba di satukan takdir yang tidak terduga? Apakah keduanya bisa bersatu?
