Chapter 1.

11 2 0
                                        

...
Untuk dia yang selalu ada
Di saat semua orang menyalahkan ku
Di saat semua orang menjauhiku
Di saat semua orang menganggap ku sebagai benalu

...

Mungkin, memang benar kata orang-orang
Aku terlalu merepotkan mu
Tapi sekarang, aku telah bebas
Telah bebas dari segalanya
Bebas dari ketidak adilan ini
Maafkan aku, yang telah meninggalkan mu
...

Selamat tinggal untuk selamanya
Terimakasih karena telah hadir dan mengisi hari hariku

~Alara queenza~
-----------------

Setelah mengikuti serangkaian acara yang membuat semua badan alara terasa sangat sakit, akhirnya alara pun memilih beristirahat di kamarnya.

Kamarnya? Memang itu kamarnya?

Setelah alara membaringkan tubuhnya ke atas kasur. tiba tiba

Brukkk

Badan alara sukses terjatuh ke lantai, Suara rintihan terdengar dari mulutnya.

"Siapa yang nyuruh Lo tidur di kasur gue tolol!?" Bentakan keras dari seseorang yang mendorong alara.

"G-gue cuma mau tidur nay" jawab alara pelan karena badannya masih merasa kesakitan akibat terjatuh ke lantai.

"Hah? Tidur? Siapa yang ngizinin Lo buat tidur di sini? Hah?" Seseorang yang di ketahui bernama Naya itu bertanya dengan kasar kepada alara.

"Tapikan i-ini juga kamar gue nay, kita kan sekarang saudara" jawab alara meyakinkan naya

"Apa? Saudara? Gue ga salah denger nih? Najis banget gue punya saudara kaya lo! Ga Sudi, paham!!"

"Tapi kan.." jawab alara yang dipotong oleh Naya

" Tapi apa? Gue ga mau punya saudara kaya lo! Dan gue ga mau berbagi kamar gue sama Lo! Jadi Lo harus tidur di bawah!" Pekik Naya .

"Tapi nay?"

"Ga ada tapi tapian! Ini kamar gue jadi Lo harus dengerin kata kata gue!" geram Naya dengan intonasi yang tinggi.

"Yaudah iya gue tidur di lantai" balas alara pasrah mengambil selimut sambil mengambil selimut dan bantal di atas ranjang Naya.

"Ngapain Lo?" Tanya Naya

"Ambil bantal nay, kenapa? Ga boleh juga?" alara balik bertanya kepada Naya.

"Good,itu tau" jawab Naya sambil mengacungkan jempolnya.

"Ini juga hanya berlaku hari ini, besok gue minta papa buat pindahin lo dari kamar gue," lanjutnya, lalu tidur.

"Sungguh malam yang menyedihkan"gumam alara, bibirnya tersenyum simpul.

Setelah percekcokannya dengan naya selesai,akhirnya alara memutuskan untuk menuruti perintah Naya agar ia tidur di lantai. Di lantai? Ya, seperti apa yang diperintahkan naya kepadanya yang sekarang berstatus saudara tirinya.

karena papa kandung alara telah meninggal 4 tahun yang lalu dan mamanya memutuskan untuk menikah lagi, dengan Riko-papa Naya.

Sementara mama Naya sudah meninggal sejak Naya masih kecil, jadi ia sangat ingin merasakan kasih sayang seorang ibu. Jadi,Naya sangat menyayangi Ratna mama tirinya. Naya sangat menerima kehadiran Ratna di kehidupannya,tapi tidak dengan Alara,Naya justru tidak suka dengan kehadiran Alara.

karena semenjak kehadiran Alara kasih sayang riko papanya menjadi terbagi. Maka itu Naya bersih keras untuk menyingkirkan Alara dari kehidupan keluarganya.

Maruk ga sih?sebel banget hiks!!

••❀••

Paginya, Naya meminta papanya untuk memindahkan alara dari kamarnya.

"Ya pa yaa.. pliss," rengek Naya.

"Tapi kenapa kamu sangat ingin alara pindah dari kamar mu?" Tanya Riko ragu.

"Y-yaaa.. sebenernya ngga ada masalah sih pa, biar semua kamar terisi aja gitu, pasti juga alara pengen punya kamar sendiri, iya ngga Ra?" Jelas naya, matanya berkedip lambat untuk mengode alara.

"Eee..i-iya pa,heheheh" jawab alara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Emm..kalau itu mau kalian berdua, boleh," kata Riko."asalkan..."lanjutannya.

"Asalkan apa pa?" Balas Naya.

"Asalkan kalian janji untuk tidak akan bertengkar." Tantang Riko

"Iya pa iyaa...," Jawab Naya dan alara serentak.

Riko tidak tahu bahwa Nayaka tidak suka dengan alara. Karena di depan papanya Nayaka selalu bersifat manis terhadap alara. Tapi kalau di belakang papanya,ya sebaliknya.

••❁••
Tbc

Sorry banget,kalau banyak kurangnya.ya pasti Banyak sih🙂

Alara queenza nih guyss

Cantik ya?kaya yang baca.eaaa😆

ALARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang