Hallo guyss😁🙌
Jadi ini cerita pertamaku,masih amatiran 😂.Tapi jangan malas buat coba baca yup 😅,siapa tau nyaman 😂.
Happy Reading 🤗.
Lia gadis cantik nan imut,berambut hitam dan lurus yang mempunyai nama lengkap Arlia Mutiara.
Lia adalah anak kedua dari pasangan Adira Cahyo dengan Malatiara.Anak pertamanya adalah Dava Anggara,yang senang sekali mengganggu adiknya,Lia.
Dirumah sederhana ini mereka hidup sangat berkecukupan.Harmonis itulah yang dikatakan oleh orang-orang yang melihat keluarga ini,keluarga kecilnya Pak Dira.
“Kringgg , kringgg , kringgg….”.
Deringan alarm yang semalam sudah disetel Lia kini berbunyi.Membangunkan sang empunya yang tertidur sangat singkat disebabkan karena tugas laporan yang belum dibuatnya.
”Emmmm…..!” lenguhnya ketika mendengar suara alarmnya.
Walaupun masih terasa sangat kantuknya,mau tidak mau ia harus bangun untuk ke kampus karena hari ini ada kelas pagi.
Bergegas kekamar mandi dan bersiap-siap dan sarapan dahulu sebelum beramgkat.
“Pagi ibuuu…!” sapa Dava ketika sudah sampai dimeja makan.
“Pagi sayang” balas Ibu.
“Bapak mana bu? Biasanya pagi-pagi sudah dimeja,minum kopi sambil baca Koran” tanya Dava yang sedikit penasaran.
“Bapak tadi pagi dimintai tolong nganterin sama tetangga sebelah kerumah sakit karena anaknya demam tinggi” jawab ibu.
Dava hanya mengangguk dan ber oh ria didalam hatinya.
Suara seseorang turun dari tangga terdengar sangat jelas,ya Lia lah pelakunya yang sudah selesai dengan ritual mandinya tadi.
“Selamat pagi ibuu…abangg…” sapanya kepada ibu dan abangnya dengan gembira.
“Pagi juga sayang” balas Ibu seperti Dava tadi.
“Iihh abang nih disapa bukannya dibalas kek” kesal Lia.
“Niihhh” seru Dava sambil memukul dahi Lia.
“ABANGGGGG!” teriak Lia.
“Ya bukan dipukul lah balasnya,kan Lia nyapa buka mukul abang looo…..!.
“Bodo , wleee”.“Iiisss” geram Lia yang duduk sebelah abangnya.
“Udah-udah ….kebiasaan kalian pagi-pagi udah ribut.Cepat sarapan , nanti terlambat” lerai ibu yang sudah terbiasa melihat anak-anaknya yang selalu saja adu mulut.
Entah walaupun dari hal sepele tak membuat rumah ini sepi.Selalu ada bahan untuk dijadikan adu mulut.
“Makasih ibuuu…” kata Lia ketika ibunya memberikan lauk favorinya.
“Nih Lia doang yang dikasih , Dava enggak?” kata Dava yang iri.
“Iya-iya…ini buat Dava” kata ibu sambil memberikan laut itu juga kepada Dava.
YOU ARE READING
Once Enough (On Going)
Teen Fiction"Orang kayak lo itu pantas disayang banyak orang . Pasti banyak banget orang yang suka sama lo , sayang sama lo , termasuk gue Yog" ucap Lia lagi yang membuat Yoga sedikit dugun-dugun . "Makasih ya Yog , selama ini lo selalu nemenin gue , bantuin gu...
