The Accident

204 19 2
                                        

Here we go again...

Aleta bangun tidur dengan wajah yang berantakan, diliriknya jam di atas nakas yang menunjukan pukul 7 tepat. Lalu tatapan nya beralih pada kalender yang menampilkan tanggal 14 Februari.

Hari ini usia aleta genap berumur 30 tahun. Umur yang terdengar keramat bagi wanita di indonesia, terutama jika status wanita itu belum menikah. Padahal bukan kah umur hanya perkara angka, memang apa yang salah dengan umur 30 tahun . 

Tidak ada yang istimewa sama seperti tahun-tahun sebelum nya. Aleta tidak pernah merasa hari ulang tahun adalah hari istimewa, sama saja hanya mungkin dia harus mengeluarkan dana extra karena teman kantor nya akan menodong dengan meminta traktiran.

Handphone milik aleta di atas nakas beberapa kali menunjukan ada notifikasi yang masuk. Pasti itu ucapan ulang tahun dari asuransi, bank , beberapa club member yang aleta ikut,dan mungkin saja teman yang mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Entahlah apa aleta betul-betul punya teman dia pun tidak yakin.Sejak dulu aleta hanya hidup sendirian sebatang kara tinggal di ibukota dengan warisan yang orang tua nya tinggalkan. Rumah 2 lantai yang menjadi tempat tinggal aleta juga salah satu peninggalan orang tua nya.Belum lagi kepemilikan saham dan beberapa bidang tanah di daerah Jakarta Selatan.

Terkadang ada bi sumi pembantu yang tinggal untuk membersihkan rumah aleta serta memasak untuk aleta .Tapi sejak memiliki cucu bi sumi memilih untuk  tidak tinggal di rumah aleta dan hanya datang sesekali untuk membersihkan rumah aleta. Jadi untuk memasak aleta lebih sering memesan lewat online atau memasak jika dirinya sedang punya waktu luang.

Aleta menatap pantulan wajah nya di cermin. Sama seperti hari-hari sebelum nya ekspresi wajah aleta selalu datar, tatanan rambut yang selalu di kuncir ekor kuda, dan baju hitam yang seolah sudah menjadi warna wajib bagi aleta.

Nyaris seluruh isi lemari aleta berwarna hitam, baju , celana , piyama, bahkan underware nya pun berwana hitam.Hanya beberapa baju gamis yang berwarna putih yang aleta miliki, itupun dia gunakan saat mengunjungi makam orang tua nya .

Dengan outfit serba hitam gadis itu berjalan menuju pintu keluar menuju garasi tempat mobil BMW hitam nya terparkir.

Hari ini jadwal nya sangat padat, bekerja sebagai auditor yang selalu punya banyak musuh aleta sudah terbiasa dengan kehidupan nya. Setiap hari di dalam fikiran nya hanya bekerja ambil gajimu lalu pulang. Walaupun fakta nya tanpa bekerja aleta bisa hanya berdiam diri di rumah menikmati kekayaan orang tua nya , namum wanita itu lebih memilih bekerja . Setidaknya dia bisa bertemu banyak orang walaupun dia benci keramaian.

Di kantor aleta terkenal sebagai Black Devil, bukan sekali dua kali aleta pernah mendengar bisik-bisik teman kantor nya yang mengatakan demikian. Aleta terkenal dingin dan tanpa emosi , aura nya bisa membuat lawan bicara nya segan hanya dengan melihat tatapan mata aleta . 

"pagi bu al "sapa salah satu bawahan yang aleta ingat bernama laura.

Wanita muda berumur 25 tahun yang belum lama melangsungkan pernikahan. Sejauh ini wanita itu yang paling lama bekerja dengan nya.

"ini kopi hitam nya bu, tanpa gula seperti biasa "laura tersenyum sambil menyerahkan papercup berisi kopi dari kedai kopi yang biasa aleta pesan.

"terima kasih laura"aleta tersenyum sangat tipis , laura sudah biasa melihat atasan nya itu dengan senyum nya yang irit.

"ini buat bu aleta, selamat ulang tahun ya bu, semoga ibu panjang umur,sehat selalu dan bahagia "laura tersenyum lebar menatap bos nya yang walaupun terlihat jutek entah kenapa laura diam-diam mengidolakan aleta.

Bagi laura aleta adalah bos yang sangat baik. Memang aleta terkadang berkata ketus saat sedang mengkritik nya, tapi entah kenapa laura merasa setiap komentar yang aleta ucapkan selalu benar. Aleta adalah bos yang jujur dan apa adanya, karena itu laura betah bekerja sebagai sekretaris aleta, diam-diam laura menganggap aleta sebagai kakak perempuan nya.

WonderwallWhere stories live. Discover now