Assalamualaikum, happy reading :)
****
"Umi, Aliya pamit dulu ya" ucap Seorang gadis berparas cantik kepada ibunya.
Ibunya pun mengarahkan tangan kanannya ke depan dan langsung di salami gadis itu.
"Assalamualaikum" ucapnya lagi.
"Wa'alaikumussalam, kalo udah selesai langsung pulang ya," pesan ibunya.
"Iya umi"
Gadis itu pun berjalan ke arah pintu rumah dan berlalu ke bagasi motor. Ia pun mengambil kunci motor yang ada di dalam tasnya.
"Tringggg ... Tringggg" Dering suara posel.
Tangan gadis itu beralih mengambil ponsel nya yang juga berada di dalam tas dan segera mengangkat panggilan tersebut.
"Halo Al, kamu udah dimana?" tanya seseorang yang berada di sebrang sana.
"Assalamualaikum" jawab gadis itu dengan sedikit penekaan.
"Hehe lupa, wa'alaikumussalam sahabatku yang baik hati, suka menolong, rajin menabung, dan tidak sombong. Kamu dimana Al?"
Gadis itu sedikit terkekeh mendengar penuturan sahabatnya.
"Ini aku baru mau berangkat" jawab gadis itu.
"Oke, aku tunggu di depan rumah ya?"
"Ya"
Panggilan pun berakhir sampai disitu.
Gadis itu pun menaruh kembali ponselnya dan mengambil kunci motornya. Perlahan ia pun menghidupkan mesin motor dan menjalankannya.
Nazra Aliya Humairah, itulah namanya. Ia biasanya di panggil Aliya. Seorang gadis blasteran Indonesia-Arab yang hidup di sebuah keluarga yang menjunjung tinggi ilmu agama.
Gadis itu memakai gamis hitam dan fashmina hitam. Wajah yang putih bersih, hidung mancung, bulu mata lentik dan tebal yang membuat siapapun yang memandangnya akan terpesona oleh kecantikannya, apalagi ditambah dengan akhlaknya yang baik membuatnya seperti bidadari dunia.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Aliya pun sampai di depan rumah sahabatnya.
"Aliya ..." Seru seseorang yang sejak tadi menunggu kedatangan Aliya.
Nabila Aqila, itulah namanya, biasanya di panggil Nabila. Seorang gadis yang sangat ceria. Ia adalah satu-satunya sahabat Aliya.
Nabila berlari mendekati Aliya dan segera naik ke motor Aliya.
"Nih, helm nya." Aliya menyerahkan sebuah helm kepada Nabila yang sudah duduk dibelakangnya.
"Makasih Aliya cantik," ucap Nabila seraya tersenyum.
"Kebiasaan kan" balas Aliya.
"Iya-iya nggak lagi deh, dah yuk jalan"
Perlahan Aliya menjalankan motornya. Mereka berdua berniat pergi ke pengajian yang ada di mesjid raya di kotanya.
"Umi kamu kenapa nggak pergi ke pengajian?" Kata Nabila.
"Hah?" Ucap Aliya karena samar-samar mendengar suara Nabila yang beradu dengan suara deru kendaraan yang salip-menyalip.
"Nanti aja," teriak Nabila namun kali ini didengar Aliya.
Setelah dua puluh menit diperjalanan akhirnya mereka berdua sampai di tujuan.
Sebuah mesjid yang sangat indah bercat putih sudah berada di depan mata. Terlihat banyak sekali orang-orang yang datang dari anak kecil sampai orang yang sudah tua. Setelah memarkirkan motornya, Aliya pun berjalan menuju pintu mesjid dengan Nabila di sampingnya.
YOU ARE READING
Cukup Bagiku Hanya Mengagumimu
SpiritualMencintai dalam diam❎ Dicintai dalam diam❎ Dalam diam ternyata saling mencintai✅ Follow dulu sebelum baca😊 Jangan lupa tinggalkan jejak 7 Januari 2022 - 29 Juli 2022
