"Ya udah aku pulang dulu, Liz," ucap gadis tinggi itu.
"Iya, hati-hati, Wan." Lizaa melambaikan tangannya tanda perpisahan. Saat ini dirinya sedang duduk di depan mini market dekat SMA Lionasa, menunggu jemputannya. Seperti biasa, suasana sangat ramai dengan anak-anak berseragam Pramuka. Jam di tangan Lizaa telah menunjukan pukul 13.10. Sembari menunggu jemputannya, Lizaa mengamati sekitar.
"Woy Surya, hayuu!" teriak Reza kepada Vian.
"Kéla kalem, Di!" balas Vian tak kalah kencang. (Bentar sabar, Di!)
Lizaa sedikit terkekeh melihat tingkah teman sekelasnya itu, pasalnya mereka memanggil sesama dengan nama orang tua mereka. Surya adalah nama dari ayah Alvian, dan Adi–Adinata–adalah ayah dari Reza. Rencananya, Reza, Vian, Akmal, dan beberapa adik kelas lainnya akan pergi ke salah satu curug yang lumayan terkenal di Kota Bandung ini.
"Éhh aya Néng Lizaa," ucap Reza ketika melihat Lizaa terkekeh berkat ulahnya dengan Vian. (Ehh ada Neng Lizaa)
"Jadi ka curug, Za?" tanya Lizaa.
"Jadi atuh, keur nungguan barudak." Reza kembali melirik teman-temannya yang lama sekali untuk kembali. (Jadi atuh, lagi nungguin anak-anak)
"Wihh, gaya euy," tembal Lizaa.
"Refreshing atuh sekali-kali mah." ucap Akmal yang baru datang di sebelah Reza.
"Si Surya lila pisan deui, anying," dengus Reza. (Si Surya lama banget, anying)
"Ya udah sabarin aja."
"Ehh, Liz, Illa mana? Biasanya bareng terus," tanya Akmal.
"Dih, gebetan aja ditanyain, giliran aku mah dicuekin," balas Lizaa.
"Biasa, Liz, keur bucin." Reza menyenggol pelan lengan teman di sampingnya itu. (Biasa, Liz, lagi bucin)
Lizaa terkekeh dengan tingkah mereka berdua. "Ehh udah dijemput nih, duluan, Za, Mal."
"Yoi."
Lizaa meninggalkan tempat duduknya. Sekilas dia melihat salah satu adik kelas itu menatapnya. "Ah bodo amat."
🌊🌊🌊
14.30, Lizaa sedang bersantai di atas sofa sambil menonton TV dan memakan cemilan.
Ting!
Suara notifikasi pesan masuk dari ponselnya mampu mengalihkan perhatiannya. Syilla, satu nama tertera di layar ponsel tersebut. Dengan segera Lizaa membalas pesan dari sahabatnya itu.
Room Chat
——————
Syilla:
Liz
P
P
P
Lizaa:
Paan?
Syilla:
Liz
Ada yang meninggal
——————
-TBC-
Aku ucapin makasih banyak buat semua yang udah baca. Tapi tolong kalian tinggalin vote sama komen juga yaa, biar aku makin semangat nulisnya. Thank you. Love you all.🥰🤗
Mampir juga ke cerita aku yang pertama yaa, judulnya CURSED POSITION.
ESTÁS LEYENDO
DELAYED (hiatus)
Novela Juvenil【Ꭰꫀᥣᥲᥡꫀd】 Pernah merasa tidak nyaman saat seseorang menatapmu secara diam-diam? Bahkan orang itu secara terang-terangan menatap intens bola matamu? Ya, itulah yang dirasakan oleh gadis kelas 12 bernama Lizaa. Setiap pulang sekolah, dia selalu ditun...
