Detik detik jam terdengar didalam ruangan sunyi ini, terlihat wanita berparas cantik tengah bergelut dalam mimpi nya. Muka damai nya menandakan dia tertidur begitu nyenyak. Namun beberapa saat kemudian suara dering handphone terdengar nyaring, membuat sang gadis manis terbangun dari tidur nya
"Hnghh siapa sii ngantukkk" rengek gadis terusebut dengan mata masi terpejam sembari tangannya mencari cari keberadaan handphone nya yang terus berdering itu
"Bangun dek, udah jam berapa ini ? Jadi cewek malesan amat bangun siang siang mulu. Ayo bangun mandi abis itu aku jemput, kamu ga lupa kan hari ini kita jalan jalan ?" Crocos seseorang dibalik telfon tersebut, sang gadis yang masi mengumpulkan nyawanya langsung melotot saat mendengar suara yang sangat ia hafal itu
Mampus batin sifa, ya sifa seorang gadis yang sangat cantik dan manis.
"Maass maaf, aku baru bangun semalam maraton nonton film. Jangan marah yaa aku mandi kilat kamu kesini aja ya sayang, kalo mas sampai sini aku udah siap kok tinggal berangkat"jelas sifa yang kepada seorang lelaki disebrang sana yang notabe nya adalah pacar dia sendiri
Sabang, dia adalah pacar sifa yang sayang sifa sayangi
"Ga usah, lanjut tidur aja sana. Gua udah bilang jangan begadang kenapa susah banget dah ? Ga usah mandi gua mau jalan sama anin" jawab sabang dengan nada ketus dan dingin lalu mematikan sabungan telfon tersebut secara sepihak
Sifa yang mendengar jawaban dari sang pacar hanya bisa menghela nafas, jujur sifa sangat cemburu jika sabang bilang ingin pergi dengan sang sabahat yang bernama anin itu. namun sifa hanya bisa memaklumi nya, sabang dan anin lebih dulu bersama sebelum adanya sifa yang menjadi kekasih sabang. Sifa tau sabang sangat marah jika peraturan dia dilanggar oleh sifa disengaja maupun tidak
Sifa tidur terlentang dan menatap langit langit kamar nya, dia berfikir hal apa saja yang akan dilakukan oleh sang pacar dan sahabat nya itu, dia ingin ikut namun jika dia membantah maka sabang akan semakin marah kepada sifa.
Sifa memutuskan untuk bangkin dari ranjang dan bergegas keluar kamar untuk mengambil minum. Disaat sifa ingin menuju ke dapur, ia melihat sang ibunda tercinta sedang bercengkrama lewat telfon dengan seorang lelaki. Sifa yang melihat nya hanya menatap sekilas lalu melanjutkan jalannya untuk menuju kedapur.
Lelaki bangsat mana lagi yang deketin ibu gua sih batin sifa sembari mengambil segelas air putih lalu meminum nya seteguk demi seteguk. Sifa akan meneror semua lelaki yang mendekati ibu nya, dia tidak mau ibu nya direbut oleh lelaki lain. Sifa takut orang ia sayangi satu persatu pergi meninggalkan nya lagi. Ada ide didalam kepala sifa agar ibu nya berhenti telfonan
"Ibuu aku laparr, kenapa ibu tidak masakk apa apaa ? Aku mau makan bu" teriak sifa dengam sedikit merengek, ibu sifa yang mendengar itu pun langsung melotot dan mematikan telfon nya. Ibu sifa menghampiri sifa yang ada didapur
"Sifa mulut mu bisa dijaga tidak ? Ibu sudah masak liat dengan mata jangan asal teriak aja, kalo pacar ibu dengar bagaimana ? Ibu bisa dikira tidak becus ngurus anak. Kamu bikin malu aja, anak ga tau sopan santun" omel ibu sifa, sifa yang diomeli ibu nya hanya diam dan mendengarkan saja. Dia sudah terlalu banyak mendengar omelan karna pacar sang ibu yang sungguh dia sangat membenci hal itu.
"Maaf bu, sifa ga liat" balas sifa dengan alesannya
"Makanya punya mata dipake" ketus ibu sifa lalu pergi meninggalkan sifa yang terdiam
Sungguh sesak hati sifa, namun dia harus bersikap tegar dan biasa saja. Sifa sudah menganggap semua nya hal biasa dan sifa harus terbiasa.
Sedangkan ditempat lain terdapat sepasang sahabat yang terlihat bahagia, dipenuhi suara tawa ria dengan saling suap eskrim satu sama lain
"Lu napa ga putus aja sama sifa ?" Celetuk anin tiba tiba yang membuat sabang menghentikan tawa nya
Sabang menatap anin dengan mengangkat satu alis nya lalu berkata "gua masih butuh dia" balas sabang yang diangguki oleh Anin. Mereka pun berlanjut dengan aktivitas nya tanpa mengingat sedikit pun seseorang yang mereka tinggal kan.
- 20 des 2021 -
YOU ARE READING
BADUT
Randomcapek ga ? pura pura baik baik aja. selalu ceria terlihat sangat bahagia disetiap hari nya, namun kenyataannya sungguh rapuh. jujur itu sangat melelahkan sekali. Tuhan kuatkan aku agar setiap saat orang yang melihat ku hanya ada tawa dan canda, tanp...
