Meet u

1.6K 165 14
                                        

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Fanfiction Story : Uchiha Sasuke, Hyuuga Hinata

Wallflower

"Hinata aku sudah berada diparkiran, cepat lah turun", itu adalah kalimat dari pesan masuk yang kemudian dibaca oleh sang empunya gawai, Hyuuga Hinata.

Setelah baru saja keluar dari ruangan belajar itu, Hinata harus berlari sampai parkiran agar sahabat nya tidak menunggu lebih lama.

"Hah..hah.. kau..hh..sudah lama..maaf ya."

Hinata mengelap keringatnya yang turun ke bawah dagu nya karena berlari dari lantai dua sampai ke depan parkiran.

Hinata dapat melihat sahabat nya duduk di kemudi dan menatap nya heran. Tanpa menunggu lagi Hinata masuk dan menutup pintu mobil itu.

"Kau tidak harus berlari Hinata, lagi pula jadwal operasi Kiba kan masih setengah jam lagi, masih sempat," ucap wanita berambut pirang merah muda dengan potongan pendek di atas bahu. Yang duduk di bangku kemudi, dan diketahui sahabat Hinata, Haruno Sakura.

Saat ini mereka berencana pergi ke rumah sakit menjenguk sahabat mereka, Inuzuka Kiba. Setelah kemarin ia terus mengeluh sakit perut dan berakhir pingsan di kantin kampus. Hari ini ia harus di operasi karena diagnosis terkena usus buntu. Kata dokter bahkan hampir membusuk.
Hinata dan sahabat nya yang lain tak terkejut karena pasalnya Kiba selalu mengkonsumsi mi instan dan junk food.

Masih dengan mengatur nafasnya Hinata menatap sakura malas, "kau bilang 'cepatlah turun' lagipula aku juga tidak ingin membuat mu menunggu, jadi ku anggap tadi aku sedikit berolahraga". Hinata menghidupkan kipas portabel mini berbentuk panda yang ia keluarkan dari tas nya.

"Bagaimana tadi presentasi nya? Dan ngomong ngomong kau juga tidak perlu kipas itu, kau bisa melakukan ini", Sakura membuka kaca sebelah Hinata agar angin dapat masuk.

Hinata cengo. itu benar, kenapa ia tadi tak membuka kaca. lihat, Hinata stres memikirkan acara setelah menjenguk Kiba nanti.
Hinata ada 3 kali presentasi mata kuliah berbeda, karena itulah ia lebih dulu menjenguk Kiba bersama Sakura dibanding teman teman nya yang lain.

Sebenarnya Hinata bisa datang saat Kiba sudah dinyatakan sembuh dan ber atraktif lagi, tapi justru Sakura yang tidak bisa karena harus pergi bersama ayah nya observasi tempat di Tokyo.

Hinata dan Sakura memiliki jurusan yang berbeda, Hinata sebenarnya bercita cita membuka usaha dan membuat cafe. Menurut nya berbisnis lebih mudah. Ia ambil jurusan manajemen bisnis, dan berada di semester 4.

Sedangkan Sakura menyukai membuat desain gaun. Sketsa nya benar benar indah. Hinata yakin Sakura tepat untuk masuk ke jurusan seni dan desain. Sakura bilang suatu saat dia akan mempunyai butik sendiri.

"Berjalan lancar dan semoga yang selanjutnya pun begitu. Bagaimana dengan mu, apa rencana mu selanjutnya?."

"Hanya praktikum pola desain saja,"

Hinata hanya ber oh ria.

"Hinata kau pucat, apa kau belum makan? Tutup kaca nya, jangan terlalu lama nanti masuk angin," Sakura menengok khawatir terhadap wajah Hinata yang lunglai lesu.

"Aku akan makan nanti di rumah sakit",Hinata menutup kaca mobil, sekarang sudah tidak gerah seperti tadi.

"Tolong ambil kotak dibelakang", ujar Sakura .

Hinata menengok kursi belakang dan mengambil kotak merah itu sesuai perintah Sakura.

"Bukalah."

"Eh?"

"Itu untuk mu,"

"Dan untuk apa lagi ini?"

WallflowerDonde viven las historias. Descúbrelo ahora