"Lain kali kalau kamu dibully tuh jangan diem aja. Lawan kek, atau setidaknya ngehindar, ini malah pasrah aja pas di pukulin. Kamu gak sayang nyawa apa?! Kalau udah kaya gini siapa yang sakit? Kamu juga kan."
Sunoo hanya menyimak ocehan dari lelaki berkacamata didepannya, sambil sesekali meringis ketika luka di kulitnya terkena cairan alkohol. Ya, lelaki itu mengoceh sembari mengobati lukanya.
Padahal tadi pagi, sebelum lonceng masuk berbunyi, Sunoo melihatnya yang juga sedang ditindas.
Tidak ada yang berbeda, dia juga pasrah ketika tubuh nya dilayangkan beberapa pukulan oleh para lelaki jangkung itu.
Tapi sekarang apa? Dia sudah seperti ibu yang menceramahi anaknya. Bawel sekali, padahal sendirinya juga seperti itu.
"Lo cerewet banget, padahal tadi pagi lo juga ngalamin kejadian yang sama kan?" Akhirnya Sunoo angkat suara.
"Maksudnya?"
Sunoo menghela nafasnya, "Tadi pagi, lo juga dibully kan sama preman sekolah itu? Dan lo sama sekali gak memberikan perlawanan. Tapi sekarang lo malah ngomelin gue, karna gue pasrah aja saat ditindas."
Lelaki didepannya hanya terdiam. Sunoo mendesah pelan, "Udah lupain aja. Btw, lo mau nemenin gue keliling sekolah ini gak?"
Sang lawan bicara pun akhirnya sadar dari keterdiamannya.
"Ah iya, kamu anak baru ya? Soalnya aku belum pernah lihat kamu di sekolah ini."
"Iya, gue baru pindah kesini, gue juga belum kenal siapa-siapa. Gue gak nyangka dihari pertama masuk sekolah udah ditindas aja. Kalau gini, kayanya susah deh buat cari temen." Sunoo terkekeh pelan diakhir kalimatnya.
Yang diajak bicara mengulum bibirnya, sambil ragu-ragu dia berkata, "Kamu boleh jadi temanku kok, kalau kamu mau aja sih."
"Wah serius lo mau jadi temen gue? Asik. Mau dong! Yakali gak mau. Oh iya, gue Kim Sunoo, nama lo siapa?"
Lelaki itu tersenyum tipis, "Sunghoon. Park Sunghoon."
ŞİMDİ OKUDUĞUN
nerd boy | sungsun
Genç KurguTentang Kim Sunoo, anak dari seorang CEO yang melakukan penyamaran sebagai laki-laki culun di sekolah barunya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan teman yang bisa menerimanya apa adanya. Tapi siapa sangka, penyamaran nya justru membuat dirinya di run...
