It's Okay To Say, "I'm Not Okay."

30 5 8
                                        

Menjadi petinju bukan hanya fisik yang dikuatkan, melainkan juga mental. Petinju tidak hanya menjaga kemenangannya, melainkan harga dirinya.

Latihan keras bertahun-tahun bisa saja berakhir buruk jika tidak dipertahankan. Tapi, jika kau sudah menahannya dan ternyata hasilnya tidak seperti yang kita mau .... "Salahkan dirimu yang telah memulai semuanya! Tidak berguna menyalahkan orang lain meskipun dia pelakunya!" Kamu terpaksa jatuh dari ketenaran dan tidak bisa menggapainya lagi untuk selamanya.

Meski begitu, kehidupan selalu memberi kesempatan.

***

Sudah genap 10 tahun dirimu menjadi penyamar. Untunglah profesi jahatmu bisa disembunyikan karena dirimu berbakat pada olahraga tinju. Dulunya kamu seorang perampok, pengumpul para pelacur miskin di Korea Selatan. Pelacur-pelacur itu meminta uang padamu, uang hasil rampokan kamu berikan. Tidak ada syarat dan ketentuan yang berlaku pada peminjaman uangmu itu, selain: "Kembalikan dengan bunga sekian pada tanggal sekian. Tidak bisa? Bunganya aku tambah."

Kamu bisa mendengar tangisan mereka yang katanya tidak sanggup memuaskan kliennya. Tidak sanggup memuaskan berarti tidak sanggup membayar uang yang dipinjam. Kamu berempati, sebelum menendang dan memukul jalang-jalang murahan itu agar jera meminta uang kepadamu dan tidak bisa melunasinya.

Setelah aksimu itu diketahui pihak berwajib dan kamu diburon aparat negara, kamu terjebak di sebuah bangunan mirip stadion sepak bola di mana bau minuman alkohol menguar ke segala penjuru. Di tengah-tengah bangunan itu, panggung arena terletak, sisi-sisinya dipagari tali karet. Dua orang bergelut di atas arena itu, dengan seorang berbaju garis-garis yang celingak-celinguk memperhatikan pertarungan mereka. Kamu menontonnya sampai habis dan terobsesi dengan pertarungan itu.

Mencuri segala majalah mengenai tinju di toko buku, membobol komputer warnet hanya untuk mengetahui bagaimana menjadi petinju yan baik, mencari-cari foto pemeran pria dalam film porno Amerika dan menggambar balik kotak-kotak di perutnya ke perutmu sebagai bentuk apresiasi jika berhasil menjadi petinju. Menyelinap masuk ke gym dan memukul-mukul samsak hingga pemiliknya menyeretmu keluar. Terus begitu sampai kau ditemukan seorang tinggi yang tak berlemak. Katanya, "Aku melihat peluang-jadi-petinju dalam dirimu. Maukah kau bergabung dengan kami?" Kamu sempat mengira dia berbohong, sebelum dia memohon-mohon dan kamu akhirnya menyanggupi.

Rupanya, dia tidak berbohong. Kamu diikutkan ke latihan tinju untuk usia beranjak dewasa, ikut turnamen antarprovinsi, kemudian naik tingkat ke tingkat nasional, sebelum menjadi petinju negara yang membawa nama Korea Selatan ke mana-mana.

Jika seseorang mengucapkan Kimberly Park-an, orang-orang akan berkata, "Petinju hebat itu? Gila! Dia sudah jadi kebanggaan negara di usia 19 tahun di bidang yang sangat keras!" Dirimu pun dibincangkan, dipuji-puji, dipuja-puja. Sedangkan dirimu saat itu terduduk di kamar mandi dalam keadaan tak berpakaian, telah memuaskan diri dengan sebungkus sabu, merenungkan segala hal yang terjadi di usiamu yang masih muda. Kamu menyesal lahir dari rahim seorang pelacur. Lihat! Dirimu juga tak lebih dan kurang dari seorang pelacur.

Meski begitu, hidup selalu memberi kesempatan. Dan kesempatan ini baru kamu ambil setelah teman baikmu dipecat dari pekerjaannya.

***

"Kim, aku membawa kimbap!"

Samsak berayun dan bugh, berayun balik ke arahmu, membuatmu jatuh terduduk di atas matras. Aduhan dan tawa terdengar, membuat perhatian beberapa orang teralihkan.

"Sakit ya?" Sandara Park-an berucap. Dia menghampirimu yang mengelus punggung, padahal yang sakit pantat.

"Sialan!" sahutmu. Sandara kembali tertawa dan duduk di sampingmu. "Nih, kimbap, kubelikan saat di jalan menuju ke sini. Makanlah!" Kamu melirik sekotak kimbap sebelum melirik gadis bermata bulat itu. "Tumben." Satu kata itu sudah bisa membuat ekspresi lucu Sandara keluar.

It's Okay To Say, "I'm Not Okay."Where stories live. Discover now