#3rd Story
#Transmigrasion
Transmigrasi? What?
Gue?
Transmigrasi? Gila!
"Ini gak mungkin" lirih seorang gadis dengan nada frustasi. Rambutnya sudah berantakan, penampilannya juga amburadul.
*****
Start: 4 Desember 2021
Finish: -
Sudah seminggu sejak Naswa berada di rumah ini. Mengurung diri di dalam kamar tanpa mau ditemui oleh siapapun, membuat Owen dan Nini-kakek dan neneknya merasa khawatir.
Berteriak keras mengatakan bahwa ini tidak mungkin terjadi, bahwa ini pasti hanya mimpi. Tapi, kenyataan tidak berpihak padanya. Dia hidup di tubuh orang lain.
Transmigrasi? Dia hanya membaca cerita seperti itu di novel! Dan sekarang dia juga merasakannya. Bukan masuk ke dalam novel, tapi nyata!
Catat, nyata!
Karena dia tau siapa itu Aldebaran. Keluarga yang sudah sangat terkenal bahkan terkaya di Indonesia, bukan hanya Indonesia tapi Asia juga.
Gila!
Gila!
Sungguh gila!
Entah harus senang atau sedih dengan fakta ini, Naswa bingung harus bagaimana.
Mau tau kenapa bisa dia menjadi penumpang gelap si pemilik tubuh?
Seminggu yang lalu, dia ingat bahwa dirinya sudah mati karena kecelakaan. Tapi, mengapa dia malah kembali hidup? Bahkan di tubuh orang lain, menjadi penumpang gelap.
"Sumpah masih gak percaya?!"
"Gimana sama keluarga gue?!"
"Arghhh"
Begitulah teriakan teriakan yang diciptakannya.
👻👻👻
"Ini sudah seminggu, Rowano! Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Keadaan Lea sudah sangat parah, dia harus dibawa ke psikiater!" Nini menatap suaminya dengan sendu. Dia sangat khawatir dengan keadaan cucu bungsunya.
"Kalau begitu, aku akan mencarikan psikiater terbaik di negeri ini untuk menyembuhkannya" Rowano atau Owen itu menarik sang istri ke pelukannya.
"Gak perlu" ucap seseorang dengan tiba-tiba membuat kedua manusia paruh baya itu tersentak kaget, namun kemudian tersenyum lega. Lega akhirnya Lea sudah keluar kamar, bahkan penampilan gadis itu sudah lebih baik.
"Akhirnya kamu keluar, Lea" Nini tersenyum senang saat Lea menghampiri mereka, dengan segera menarik cucunya ke dalam pelukannya. Lea balas memeluk neneknya.
"Kamu yakin gak perlu ke psikiater?" tanya Owen serius, memastikan. Lea mengangguk kecil sembari melepaskan pelukannya.
"Syukurlah" Owen tersenyum kecil. Tanganya terangkat untuk mengelus rambut Lea.
"Kamu lapar?" perhatian gadis itu kembali menoleh pada Nini lalu mengangguk kecil sebagai balasan.
"Kalo gitu, Nini bakal masakin makanan kesukaan kamu. Tunggu sebentar ya!" kata Nini antusias dan segera berlalu menuju dapur.
Rowano geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya.
"Lea, Olin dari kemarin terus-terusan telpon Owen. Nanyain gimana keadaan kamu, mending kamu telpon balik gih, kasian dia khawatir"
"Ehm-hm" gumam Lea dengan anggukan kecil. Tangannya mengambil Hp yang disodorkan Rowano.
*****
Lea
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.