Dia memelukku tanpa rasa ragu, dan aku jatuh cinta padanya tanpa rasa malu.
_____________________________________
Ail. Gadis itu duduk sendirian di bangku taman dengan pemandangan matahari terbenam yang luar biasa indah. Ia memegangi dadanya sesak dan menahan tangisannya yang akan meledak.
Ail menengok ke kopi panas di sampingnya yang baru saja ia beli. Dengan pikiran gila, ia meraihnya dan mengguyurkannya di kepalanya.
"AAAAAAAAAKKK." Ail berteriak nyaring sambil terisak. Ia hilang akal untuk saat ini.
Seseorang meraih tangannya, kemudian dengan gerakan cepat melepaskan kemeja miliknya dan membungkus kepala Ail dengan posisi seperti memeluk.
Ail terkejut beberapa saat lalu kembali terisak di dalam pelukan seseorang disertai elusan lembut di kepalanya. Entah siapa itu, Ail tidak peduli. Baik hati maupun kulit kepalanya sama-sama sakit.
Pemuda itu memundurkan langkahnya dan meraih pundak Ail. Menatap dalam masuk ke kornea mata milik Ail. Pupil mata Ail membesar. Jantungnya kini berdebar sangking kencangnya. Badannya pun hampir goyah terhuyung ke belakang jika Hazel tak menahan pundaknya.
"I just want to give this," katanya lalu mengeluarkan sebuah kunci yang merupakan kunci rumah Ail yang gadis itu hilangkan beberapa menit yang lalu.
"O-oou, thanks," balas Ail dengan canggung, "but .... "
Seakan paham, Hazel lalu mengeluarkan suara, berkata, "Saya karyawan di kafe yang kamu beli kopi tadi. Itu ketinggalan, jadi bos saya suruh cari kamu yang anak SMA tas kuning minion."
Ail hanya mengangguk-angguk kecil lalu menunduk menatap sepatunya.
Beberapa detik dalam keadaan awkard. Hazel menggaruk tengkuknya dan tanpa berbasa-basi ia melenggang pergi meninggalkan kemejanya yang masih tergantung di kepala Ail.
"Dia enggak kenal gue? Gilak."
It's you.
_____
click the star⭐
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Chocolate
Fiksi RemajaBenar kata orang-orang, berhenti mencintai lebih sulit daripada mencoba mencintai. Tatapan matanya meneduhkan dan hangat tapi tak pernah tertuju padaku. Aku kembali bertemu lagi dengannya, setelah sekian lamanya. Namun, sebagai seseorang dari masa l...
