1. Pertemuan

293 25 1
                                        

Seorang anak perempuan berjalan menunduk ketika ia pulang dari sekolah. Terdengar suara gonggongan anjing yang membuatnya celingukan kesana kemari. Ia tetap menunduk dan rambut panjangnya terurai menutupi wajah cantiknya.

Lisa masuk ke rumahnya tapi sekali lagi ia melirik ke arah suara anjing yang menggonggong. Ia masuk ke rumahnya dan masih dengan wajah yang menunduk. Langkahnya terhenti ketika ia mendengar ada yang pecah dari dalam rumahnya.

Lisa perlahan membuka pintu kamar mencari ibunya. Tapi tiba-tiba ada yang membekap mulutnya. Ayah lisa sendiri yang membekap mulut anaknya dan meminta putrinya diam.

Ayah Lisa "Apakah ada orang diluar?"

Lisa hanya menggeleng dalam bekapan ayahnya.

Ayah Lisa membanting lisa ke lantai. lisa gemetaran ketakutan, ayahnya kembali menatap menggancam bahwa Lisa akan mati kalau berbohong padanya. Ayah Lisa bertanya sambil mengancam akan menampar, "Dimana ibumu?"

Lisa menangis ketakutan, "Aku minta maaf. Aku salah." Ayahnya kembali mengancam apa Lisa mau dipukuli dulu sebelum bicara, ayahnya kembali bertanya dimana istrinya.

Lisa mundur ketakutan dan menjawab dengan nada suara gemetaran kalau ia tak tahu dimana ibunya. Ayah lisa hilang kesabaran dan kembali mendorong Lisa hingga tersungkur. Ayahnya mengambil selimut dan menutupi tubuh Lisa.

Terlihat seorang wanita dengan tangan gemetaran mengintip dari luar jendela. Itu ibu Lisa, ia mendengar jeritan putrinya. "Apa yang terjadi pada anaknya sampai lisa menjerit" dalam batin ibunya.

Ternyata Lisa dipukuli dan diinjak oleh ayahnya. Lisa berteriak kesakitan dibalik selimut. Ayahnya dengan kejam terus menginjak Lisa. Lisa berteriak kesakitan dan meminta maap "Ayah maapkan aku, aku tidak tahu dimana ibu" sambil menangis.

"Apakah ini begitu sakit? Keadaan akan lebih baik kalau dirimu tidak ada." Ayahnya terus menginjak dan menendang Lisa, ayahnya terus bertanya dimana istrinya berada.

Ibu Lisa gemetaran ketakutan mendengar kemarahan suaminya. Ia mengendap-endap pergi dari rumahnya untuk menghindari kemarahan suaminya.

(Ya ampun Bu, itu Lisa kasihan ditinggal sendirian dipukuli dan diinjak kayak gitu)

Ayah Lisa sepertinya sudah lelah menyiksa putrinya. Ia minum soju untuk melampiaskan kemarahannya. Lisa masih terdiam dibalik selimut sudah tidak sadarkan diri.

Tiba-tiba ada seorang pria datang, dia seorang polisi. Detektif Kim Namgil. "Woobin!" panggil Detektif Kim pada ayah Lisa. Woobin (ayah Lisa) terkejut melihat kedatangan si polisi. Ia melempar botol soju ke arah Detektif Kim dan tepat mengenai kepala Detektif Kim. Kepala Detektif Kim langsung mengeluarkan darah, ia marah dan menendang ayah Lisa yang akan kabur.

Ayah Lisa melawan ia mengambil kunci inggris sebagai senjata tapi Detektif Kim tak mudah dilumpuhkan. Sebaliknya, ayah Lisa lah yang dengan mudah dilumpuhkan oleh Detektif Kim. "Woobin kau ditahan atas kasus pembunuhan." Ucap Detektif Kim memborgol tangan ayah Lisa. Beberapa polisi masuk membawa ayah Lisa. Ayah Lisa meronta dan bilang kalau ia tak membunuhnya "Aku tidak pernah membunuh siapapun" (sambil berteriak).

Detektif Kim merasakan sakit di kepalanya. Ia melihat sekeliling dan terkejut melihat gundukan yang ada di bawah selimut, ia pun membukanya. Detektif Kim mencoba membangunkan Lisa yang setengah tak sadarkan diri. Lisa bergumam, "aku salah.. aku salah... aku minta maap" dengan suara gemetaran dan ketakutan.

Di luar rumah sudah ramai orang berkumpul yang menginginkan ayah Lisa segera ditangkap. Pihak keluarga korban marah terhadap ayah Lisa tapi polisi mengamankan pelaku dari amukan massa.

Ibu Lisa mengendap-endap akan masuk ke rumahnya. Di depan rumahnya ia berpapasan dengan Detektif Kim yang menggendong Lisa. Ibu Lisa berkata bukankah ia sudah bilang untuk menangkap suaminya diam-diam, bagaimana ia bisa tinggal di daerah ini sekarang.

REVENGE (JENLISA)Stories to obsess over. Discover now