Mata khatreas sebelumnya Telah dikenal banyak orang dengan sebutan playboy tingkat kakap. Karena ciptaan tuhan yang melebihi porsi membuat tingkat kepedeen dan kesombongan laki-laki itu bertambah dua kali lipat.
Tidak ada yang takut berpacaran dengan modelan seperti Mata. Justru semua tergila-gila agar mendapat hati emas yang hanya dimiliki oleh Mata seorang.
Termasuk Hari. Bukan tergila-gila, Perempuan dengan surai rambut sepunggung itu hanya ingin mencoba bangaimana rasanya punya pacar ganteng sekaligus pacar yang dikenal oleh banyak orang.
Ditambah lagi selama memasuki usia remaja baru kali ini ia menerima laki-laki sebagai pacarnya. Dan Mata, itulah pacar pertama Hari. Tidak ada yang Menarik, malahan biasa saja berpacaran dengan cowok itu.
Tiga bulan berlalu hubungan mereka berjalan oke-oke saja. Hingga akhirnya tiba hari ini. Awal masuk sekolah, Hari menginjak kelas 11 dan Mata menginjak kelas 12. Tanpa mengenal rasa bersalah, Mata naik ke atas podium dengan mikrofon menempel di bibirnya.
"Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya Mata, anak kelas excellent walau aslinya anak IPA 7 akan mengikrarkan bahwa hubungan saya dengan Hari amoela telah berakhir mulai hari ini." Bunyi itu terdengar kemana-mana. Satu sekolah sangat jelas mendengarnya termasuk Hari yang mendengar sangat begitu jelas. Bangaimana tidak, dia sendiri disuruh Mata berdiri tegak disisinya, yang jelas dengan unsur paksaan.
"Untuk dedek-dedek gemes mulai sekarang udah bisa ngedeketin hati abang yang udah sepi ini."
Mata terus berlanjut berkoar-koar nggak jelas. Lalu bangaimana dengan Hari? Cewek itu merebut mikrofon itudari tangan Mata.
"Seperti yang kalian dengar semua, hubungan saya dengan mata telah usai. Untun Para abang-abang ganteng udah bebas deketin saya lagi. Saya gak punya pawang lagi dan sekarang saya menanti para pawang baru yang siap siaga menemani hidup saya." Hari menoleh ke arah mata yang menatapnya dengan sinis. "Terimakasih sebelumnya."
YOU ARE READING
Mata dan Hari
Teen FictionKarena mulai bosan berhubungan dengan Hari, Mata mengambil langkah gegabah untuk memutus hubungan dengan Hari. Dan cewek itu tidak ambil pusing dan mengiyakannya tanpa ragu.
