Dee.

10 1 2
                                        

Ia adalah wanita yang indah.

Tidak terlalu tinggi,tapi tak pula terlalu pendek,berkacamata,cantik luar dalam,penggemar berat sejarah perang dunia kedua,membenci timun.Dan aku,menyukainya.

 ................

Pagi itu dia datang ke mejaku,menjulurkan tangannya kearahku dan menyebutkan namanya.

"Namaku Dee,halo anak baru."Ucapnya pendek,seraya tersenyum. 

"Salam kenal,aku Rahim,"sembari aku menjabat tangannya.

Dan dari perkenalan itu,kami jadi sering ngobrol.Awalnya kukira ini akan seperti kenalanku kebanyakan,hanya sebatas tau nama saja.Tapi tidak,Dee yang awalnya sering mengajakku berbincang tentang ini itu,bak iklan televisi yang berubah ubah.Ia senang sekali mengubah ubah topik pembicaraan kami.Saat Ia pertama kali mengajakku keluar kelas,ia mulai bercerita tentang betapa enaknya soto di kantin kami.Mendengar itu akupun membelinya,dan ternyata memang enak.

Sepulang dari kantin,Ia tak pula berhenti bercerita.Pembahasan kami beralih kepada topik yang lebih sedikit menarik bagiku.Hewan peliharaan,ia bertanya padaku dengan serius terkait peliharaan apa yang kupunya.Belum aku sempat membuka mulutku,Ia langsung bercerita tentang betapa ia suka pada anak kucing,ibu kucing,ayah kucing,paman kucing,sampai ke nenek moyang kucing.

"Aku punya,tapi bukan kucing,"jawabku.

"apa tuh?,anjing?."

"Tarantula,"aku menatapnya selagi menyeringai.

Dia kaget bukan main,matanya berbinar binar,senyumnya mengembang.Giginya yang gingsul ia tunjukkan.Maka Ia pun langsung aja nerocos tanpa henti,Ia memaksaku untuk menunjukkan tarantula yang kupunya kepadanya,ia ingin mengambil foto selfie dengan tarantulaku.

Lucu sekali,cantik sekali.Kataku dalam hati.

Dan ya,saat itu aku jatuh cinta.

................

Kami akhirnya semakin dekat,akupun mulai kenal lebih banyak tentang dirinya.Dee rupanya anak tunggal,Ia tinggal bersama mamanya di kondominium dekat sekolah kami.Papanya telah kembali ke pelukan tuhan beberapa tahun sebelum aku mengenalnya.Oh iya,dia juga bisa disebut sebagai fans PD 2 garis keras,ia sangat terkesima dengan hebatnya Jerman dalam perang itu.

"Ih, nge fans kok sama NAZI,"ucapku mengejeknya.

"Kamu tuh kok berpikiran sempit banget sih,aku ngefans bukan sama kejahatan NAZI,tapi cara mereka memperluas daerah kekuasaan mereka tanpa bantuan sekutunya.Dan kamu tau ga?,Hitler sempet dapat hadiah nobel perdamaian juga hahaha."Ia tertawa kecil setelah mengatakan bagian itu.

"loh kok,"aku tertegun sejenak,setelah berpikir,sejurus kemudian aku pun ikut tertawa.

..............

"SINI LU GOBLOK,"ucap seseorang pada Dee.

Dee yang tak bisa berbuat banyak,datang kepada orang itu dan tak lama,kepala Dee ditonjok.       Ia meringis,sembari terjatuh ke lantai.Aku yang melihat pemandangan itu  langsung bertindak.

"LU NGAPAIN MUKUL MUKUL DIA ANJING?!?!"Aku mencengkram kerah orang itu,lanjut meninju dengan keras di mukanya.

Orang itu berdiri dan berkata  kepada Dee.

"Oh jadi ini ya orang yang lu bilang lebih baik dari gue?,SI ANJING INI?!.lu ga usah pura pura baik deh,lu itu udah bekasan gue,UDAH GA PERAWAN."

Dee menangis kencang,Orang itu berlalu pergi meninggalkanku yang ternganga.Bingung.               Aku pun sadar dan akhirnya aku membujuk Dee untuk berdiri dan tidak menangis lagi.                     apa apaan situasi ini?.

"Sakit ya."Ucapku pelan.

Setelah tak berapa lama,aku meninggalkan Dee dalam kesunyian.

.............

Sudah seminggu aku tak melihat Dee.aku pun merasa sangat bersalah meninggalkannya saat itu,seharusnya aku menyemangatinya dan berkata semua baik baik saja,masa lalu adalah sebuah masa lalu,kita hidup di saat ini,dan saat ini kita siapkan untuk saat nanti yang lebih baik,lebih menyenangkan.

.............

kepadamu aku merindu dalam keheningan                                                                                                              dalam kelas dan meja bodoh ini,tangisku hitam.                                                                                                    tiada sekalipun aku sebenci dan sekecanduan ini,terhadapmu.                                                                      kembalilah padaku,mari  tersedu dan tersenyum bersama  

Aku kacau

...............

Kemarin sore ku bertemu Dee di jalan dekat rumahku,Ia memandangku sesaat,dan menangis pergi.Aku mengejarnya hingga aku dapt mencengkram tangannya.

"Aku minta maaf,saat itu pikiranku kalut.Aku bingung harus bertindak apa."

"kau tak perlu minta maaf,akulah yang salah karena setelah selama kita mengenal,aku belum memberitahumu apa apa,padahal aku baru saja diberi kesempatan oleh tuhan dpertemukan dengan orang sepertimu,tapi aku tak pernah tulus kepadamu,tak pernah mengizinkan kau untuk membantuku berdamai dengann masa lalu."

"Tak perlu tahu lebih banyak untuk.."aku tertegun sejenak,tertahan.

"untuk apa?,"tanyanya.

"untuk mencintaimu"

Keadaan berubah canggung,Dee dan Aku saling berpaling kesegala arah.Pipinya yang memerah,aku pun juga,jalan  yang tadinya terasa ramai dan hiruk pikuk,berubah menjadi sepi dan tenang.Sore ini rasanya di siapkan tuhan untuk kami berdua.Perasaanku campur aduk saat ini,aku terpaku,bibirku kelu,lidahku kaku.

Untuk memecah suasana aneh ini,aku sedikit bercanda dengannya

"berhubung deket rumahku nih ya,mau liat tarantulaku ga?"

"boleh,"Ia tersenyum simpul.

Ah,lucu sekali.

Dan ya,aku berhasil menjadi pacarnya.

...............

Hari ini setahun setelah hari itu,Dee dan aku sudah putus.Hubungan kami hanya bertahan 6 bulan.

Dan aku cukup salut dan belajar banyak tentang wanita saat Ia memutuskanku.                                     hari itu dia memutuskanku karena  katanya aku jelek.

anjing.





To już koniec opublikowanych części.

⏰ Ostatnio Aktualizowane: Aug 24, 2022 ⏰

Dodaj to dzieło do Biblioteki, aby dostawać powiadomienia o nowych częściach!

MATAMU YANG SAYUOpowiadania do pokochania. Odkryj je teraz