Yayasan Damien Suh

398 40 8
                                        

Puluhan kendaraan mewah berbaris rapi menunggu antrian untuk memasuki lobi hotel bintang lima tempat diadakannya acara makan malam amal yang diselenggarakan oleh Keluarga Suh. Acara makan malam tahunan ini diadakan untuk menggalang dana bagi Yayasan Damien Suh, yayasan yang didirikan oleh Lionel dan Fabian untuk mengenang kepergian Damien tujuh tahun yang lalu. Yayasan Damien Suh diperuntukkan bagi pengobatan anak-anak yang menderita kanker serta membantu pendidikan bagi ribuan anak putus sekolah di seluruh Indonesia.

Lionel Suh, lengkap dengan setelan mahalnya, berdiri berdampingan dengan Aimee Suh, yang malam ini tampil sangat elegan dengan terusan warna perak. Di antara mereka berdua ada Baastian Reuel Suh, putra tunggal Lionel dan Aimee yang berusia lima tahun. Meskipun masih berusia lima tahun, tapi Baastian lebih dewasa dibandingkan anak-anak seusianya. Tentu saja karena darah seorang Lionel Suh yang kaku juga mengalir di dalam tubuh Baastian.

Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.

Meskipun kadar kekakuan Lionel sudah sedikit berkurang semenjak menikah dengan Aimee, tapi tetap saja, bagi anak lima tahun yang lazimnya tidak bisa berkonsentrasi pada sesuatu lebih dari setengah jam, Baastian mampu berdiri tenang di samping Dadd...

Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.

Meskipun kadar kekakuan Lionel sudah sedikit berkurang semenjak menikah dengan Aimee, tapi tetap saja, bagi anak lima tahun yang lazimnya tidak bisa berkonsentrasi pada sesuatu lebih dari setengah jam, Baastian mampu berdiri tenang di samping Daddy dan Eomma-nya mulai dari tamu pertama turun dari mobil mereka sampai mobil terakhir melewati lobi tempat mereka berdiri sekarang. Sampai-sampai Aimee menjuluki suami dan putranya itu sebagai Duo Kanebo Kering.

Mobil pertama yang berhenti di depan Lionel dan keluarganya adalah mobil yang sangat mereka kenali. Mobil milik keluarga Kim. Belum berhenti benar sedan mewah berwarna hitam itu, pintu kabin penumpang sudah terbuka, dan seorang balita tampak berlari-lari turun dari sana.

“Akak Baasss !!!!” teriak balita gembul dengan kulit sawo matang itu. Baastian yang merasa dipanggil langsung tersenyum lebar. Dia segera maju untuk menangkap balita yang tertatih-tatih dengan langkah kecilnya. Dia bahkan melemparkan sepatu, yang sudah susah payah dipakaikan oleh Ibunya, karena dia menganggap sepatu balita seharga tas orang dewasa itu menghalangi pergerakannya untuk menemui kakak laki-laki tersayangnya.

“JANGAN LARI-LARI HANDY !!!!!” Teriak sang Ibu yang ikut terburu-buru turun dari mobil untuk mengejar putra tunggalnya itu. Dia juga terlihat sedikit kesulitan dikarenakan gaun dan sepatu high heels yang dia kenakan pada malam ini.

Kutoroka RepackagedTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon