Jake menengok pada asal suara, kemudian menemukan sosok Minju yang tengah melambai kearahnya. Gadis itu berjalan menujunya, sembari mengulas senyum cantiknya.

Astaga. Niat hati ingin move on, malah apes bertemu dengan mantan gebetan disaat-saat seperti ini. "E─eh, kak Minju. Lagi ngapain disini, kak?" Tanyanya dengan canggung.

"Habis dari rumah Yujin, niatnya mau mampir ke minimarket dulu, sih. Kamu habis belanja ya?" Jawabnya.

"Wah, pasti habis pacaran nih. Iya kak, ini aku habis belanja mie instan. Buat stok dirumah,"

Minju mengerutkan keningnya, "Kamu tau darimana aku pacaran sama Yujin?"

"Ada deh, koneksi aku kan banyak. Hehe," Jawab Jake sembari cengengesan.

"Dasar. Yaudah, kalo gitu aku masuk dulu ya. Kamu hati-hati,"

"Eh, sebentar kak!"

Jake menahan lengan Minju secara reflek, membuat sang empu berhenti dan kembali berbalik badan. "Kenapa?" Tanyanya.

Tangan Jake tergerak menuju belakang daun telinga Minju, mengambil sesuatu yang menyangkut disana. Yang ternyata adalah sisa debu.

"Ini, kak. Ada bekas sisa debu, aku ambilin." Ucapnya sembari memperlihatkan sebuah debu.

"Oh! Mungkin bekas aku bersih-bersih dirumah Yujin tadi, makasih yaa!"

"Sama-sama kakak cantik!" Balasnya setengah berteriak, karna Minju sudah sedikit menjauh darinya.

Minju melambaikan tangannya, dibalas oleh lambaian ceria juga dari Jake. Setelahnya ia mulai pergi darisana, menuju kerumahnya untuk segera merebus mie instan yang barusan dibelinya.

"Like hot summer, nanana─"








Dug!

"─Akhh.. Lo ngapain, anjing?!"

Tubuh Jake didorong kedinding diantara gang sempit, ujung hoodienya dicengkram kuat. Kemudian ditarik hingga wajahnya dan wajah pemuda yang barusan mendorongnya berdekatan. Membuat genggamannya pada kantung kreseknya terlepas.

"Maksud lo apa?!"

"Lo yang maksudnya apa, Park Sunghoon! Kenapa tiba-tiba begini?!"

"Lo bilang ke gue, kalo gue harus jauhin dan berhenti deketin Minju. Tapi apa?! Lo sendiri malah makin deket sama dia!"

Sunghoon, tersangka yang telah mendorong Jake, ia menyentak Jake secara tiba-tiba. Hal itu sontak membuat Jake juga ikut tersulut oleh emosi.

"Jangan sok tau! Gue udah gak pernah deketin kak Minju lagi!" Balasnya.

"Sejak kapan lo bersikap curang kayak gini? Gue udah bilang dari awal, kalo lo takut kalah, cukup nyerah sampai disini aja! Gak usah segala pakai cara egois begini!"

Sunghoon melepaskan cengkramannya, mendorong tubuh Jake hingga menghantuk dinding dengan lumayan keras. Sepertinya ia sudah sangat terlanjur kesal dan marah.

"Dari awal gue mau ngasih tau lo tentang kak Minju, tapi lo selalu gak mau dengerin gue! Lo yang lebih egois, tolol! Pake otak lo!" Balas Jake dengan emosi yang memuncak.

"Cih, lo pikir gue mau percaya lagi sama omongan lo?" Tanyanya dengan remeh.

"Terserah lo, anjing. Terserah! Gue udah gak peduli lagi! Mau lo nikung Yujin ya silahkan, mau lo tetep gebet kak Minju juga silahkan! Gak akan gue ikut campurin lagi!"

Jake mendorong pundak Sunghoon, lalu berjalan meninggalkan Sunghoon dengan emosi yang masih memuncak. Tak berselang jauh, Jake menghentikan langkahnya.

"Kak Minju udah punya pacar. Dengan begitu, gue ada hak untuk berhentiin Dare gila dari lo."

Jake kembali melangkahkan kakinya, berjalan lurus tanpa memperhatikan jalan sekitarnya. Sunghoon menatap punggung Jake dengan pikiran dan tatapan kosong. Dia menggumam tidak jelas selama beberapa kali. Hingga,














TIN! TIN!

CKIITT! BRAKK!!




"JAKEE!!"








































































nahloh..
hayoloh..

ꗃ. nuteezla,
November, 2021.

(✓) destiny, sungjake. On viuen les histories. Descobreix ara