Karena ini cerita fiksi banget!
Jadi! Jangan pada berharap kalau isinya sama dengan yang ada di dunia nyata!
Nggak mungkin sama! And, jangan komentarin macem-macem!
Kalau nggak suka nggak usah baca!
***
"Dinda! Besok kamu pemotretan di lapangan terbang angkatan laut, ya! Di Surabaya!" Kata manager Dinda.
"Jauh banget? Oh iya! Bukannya pemotretan itu dua minggu lagi, mas? Iklan fashion rancangannya bu Fatimah, kan?"
"Oh iya! Lupa!"
"Gimana sih mas? Dasar! Manager pikun!"
"Maaf Din! Oh iya! Besok kamu ada photoshoot di deket SMA swasta yang ada di ujung sana itu, loh! Deket sekolahan kamu!"
"SMA nusa pelita? SMA anak orang kaya itu?"
"Iya!"
"Oke!"
"Asisten kamu mana Din?" Tanya managernya lagi.
"Lagi ke toilet!"
Keesokan harinya,
"Karena kita iklanin seragam SMA! Jadi kita photoshootnya di SMA! Kita dapet endorse juga! Buat iklanin sekolahan swasta ini! Pendirinya langsung loh yang minta kamu photoshoot di sini!" Kata penangung jawab pemotretan Dinda.
"Okelah om!"
"Nas! Dinda dibikin natural aja ya! Kan, ceritanya anak sekolah!"
"Siap bang!"
"Itu di taman kota ada apaan sih, mbak?" Tanya Dinda pada Nasya, make-up artisnya.
"Oh itu? Ada shooting Din!" Jawab Nasya.
"Shooting apa? Sinetron?"
"Layar lebar!"
"Bukannya nanti aku juga bakalan photoshoot di sana?"
"Iya! Mereka satu rumah produksi kok, sama kita! Di bawah pimpinan produser om Jaka!"
"Ooh!"
Beberapa jam kemudian,
"Siip Dinda! Udah selesai sesi photoshootnya! Kamu boleh pulang!"
"Makasih om produser! Yang rangkap jabatan jadi penanggung jawab photoshoot modeling!"
"Sama-sama! Calon mantu!"
"Apaan sih, om? Godain Dinda calon mantu terus?"
"Nggak godain! Doain!"
"Nggak aamiin, ah!"
"Kenapa? Nggak mau jadi mantu om?"
"Udah punya gebetan dia om!" Jawab asisten pribadi Dinda.
"Nggak om! Aku masih jomblo, kok!"
"Kalau gitu mau dong? Jadi mantu om?"
"Nggak ah!"
"Kenapa?"
"Anak om nggak masuk kriteria Dinda!"
"Memangnya kriteria Dinda seperti apa?" Tanya om produser itu pada Dinda.
"Arrrggghhh!" Tapi Dinda tiba-tiba teriak dan berlari menghampiri seseorang yang sedang shooting.
"Dinda! Mau kemana? Dinda! Aduh! Jangan kabur, dong! Ntar ya om? Aku mau kejar si Dinda dulu!" Ucap heboh sepupu sekaligus asisten pribadi Dinda.
YOU ARE READING
Dua Alam Cinta
RandomKarena ini cerita fiksi banget! Jadi! Jangan pada berharap kalau isinya sama dengan yang ada di dunia nyata! Nggak mungkin sama! And, jangan komentarin macem-macem! Kalau nggak suka nggak usah baca! *** Dua Alam Cinta, adalah kisah lama yang belu...
