Bagaimana jika, menyimpan rasa mati-matian tapi tidak di hargai?
Tentang Aura seorang gadis yang mencari teman masa kecilnya. Tapi temannya itu mengalami lupa ingatan karna insiden kecelakaan yang ia tidak tau sama sekali.
Akhirnya mereka berdua di sini, di bawah derasnya hujan.
"Lo kemana aja, gue udah nungguin Lo selama 10 tahun dan yang gue dapet apa? Gue tau Lo lupa ingatan, tapi Lo harus sadar kalo itu gara-gara cewe sialan memanipulasi ingatan Lo. Lo sadar ga sih?"
Dia yang sedari tadi Aura pandangi hanya berdiam diri sambil menatap lurus mata Aura. Aura hanya diam menunggu dia berbicara.
"Apa yang bisa bikin gue inget sama Lo? Buktiin"
Aura menghela nafas berat, marah sekaligus sesak yang ia rasa.
"Gelang itu, kenapa Lo bisa pake gelang itu?" Aura menunjuk ke arah gelang yang dia pakai di lengan sebelah kanannya.
Dia sendiri bingung kenapa dia selalu memakai gelang yang ia sendiri tak tau berasal dari mana.
"Itu gelang yang gue kasih, waktu dulu kita sering main tanpa sepengetahuan orang tua gue" Aura berenti sejenak mencoba menghilangkan sesak, lalu dia melanjutkan "Lo ngebawa gue kabur dari rumah karna papah gue marahin gue terus. Ga inget juga?"
Dia hanya diam di sana, Aura rasa dia tak akan peduli lagi
"It's okay, klo lo ga inget. Gue cape udah gue cape"
Aura akhirnya menumpahkan bulir-bulir air mata yang tersamarkan lewat air hujan.
"Fanerren, cepet masuk sini nanti kamu sakit" Itu dia cewe sialan yang merebut bahagianya Aura kecil. Fanerren mengiyakan lalu dia berjalan masuk ke dalam kelas. Dilihat cewe itu sedang tersenyum dengan bangganya.
Aura frustasi. Tapi di sela-sela tangisnya ada seseorang yang menghampirinya, menyampirkan jaket ke pundak Aura.
"Tenang, masih ada gue" Evan, dia yang selama ini menemani Aura ketika merasa sedih atau untuk sekedar berjalan-jalan. Dan sekarang Aura sadar siapa yang benar-benar berada di sisinya selama ini.
"Makasih"
"Buat?"
"Buat semua, sorry gue ga sadar ternyata masih ada seseorang yang peduli sama gue dan itu lo, cuma Lo"
Evan tersenyum mendengarkan Aura mengutarakan semuanya padanya.
"Yaudah, mau eskrim?"
Aura berdecak "Hujan-hujan gini makan es krim"
"Hahahaha" Evan tertawa, dan mereka tertawa.
Mereka berjalan beriringan sambil sesekali tertawa dan tak jarang Evan mengeluarkan lelucon yang cukup lucu di telinga Aura.
YOU ARE READING
Still with you
Teen FictionTentang Aura seorang gadis yang mencari teman masa kecilnya. Tapi temannya itu mengalami lupa ingatan karna insiden kecelakaan yang ia tidak tau sama sekali. Note: Admin baru pertamakali membuat cerita, jikalau ada kesalahan pada kalimat yang tidak...
