Gadis cengeng

7 1 1
                                        

Langit sudah menampakan malamnya di hiasi purnama dan bintang-bintang, terlihat keluarga yang sedang makan malam di atas meja besar nan mewah, tidak ada pembicaraan diantara mereka hanya bunyi sendok dan garpu yang bertautan merobek makanan diatas...

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Langit sudah menampakan malamnya di hiasi purnama dan bintang-bintang, terlihat keluarga yang sedang makan malam di atas meja besar nan mewah, tidak ada pembicaraan diantara mereka hanya bunyi sendok dan garpu yang bertautan merobek makanan diatas piring

"Mah, pah" suara gadis remaja membrontak kesunyian.

tidak ada respon dari mereka, gadis itu menarik nafas lalu melanjutkan bicaranya,"di sekolah ada rap-,"

"Sama papah aja, mamah lagi sibuk,"potong ibunya dengan nada ketus.

Tak lama pria berjanggut tipis itu menjawab dengan nada tidak terima, "Apa-apaan mah, ya kamu lah, kamu kan ibunya!"

"Aku ada meeting penting besok, gabisa ditunda, papah ngertiin mamah dong,"

"Papah juga lagi sibuk, gabisa di cancel, lagian kamu sebagai ibu urusin keluarga lah," ucap pria itu tak mau kalah,"jadi ibu kok ga becus," gerutunya yang masih terdengar jelas

"HEH INGAT YA! PERNIKAHAN KITA CUMA BUAT BISNIS, BIS-NIS," tekannya dia sekali lagi, "JADI JANGAN BAWA-BAWA KELUARGA, KAYAK YANG UDAH BECUS JADI BAPAK AJA," ucapnya dengan nada meninggi

"SEMBARANGAN, AKU KERJA DARI PAGI SAMPAI MALEM BUAT APA? BUAT KELUARGA JUGA, SAMPE KITA HIDUP ROYAL GINI, ITU UANG DARI MANA? DARI KERJA AKU! MASIH BISA BILANG AKU GA BECUS?"

Perdebatan semakin panas, sekarang bagaimana nasib gadis itu?

Tentu saja, ia masih menyaksikan ke dua makhluk di depannya beradu argument dengan deru napas yang membara, seperti halnya gunung merapi yang akan mengeluarkan lava, tangannya mengepal kuat menahan amarah.

Tak lama kemudian, gunung merapi itu menghamburkan lavanya

BRAK..

Gebrakan pada meja menghentikan perdebatan. Tanpa berkata-kata lagi gadis itu beranjak pergi ke kamar dan tak lupa menutup pintu kamar dengan dobrakan keras, lalu membaringkan dirinya ke atas kasur.

Setiap kali ia meminta waktu mereka, pasti jawabannya hanya kata 'sibuk', baik itu soal raport, rapat wali murid, atau apapun itu, selalu saja si mbo yang menemani

Sejujurnya dia sudah lelah, setiap kali pembicaraan pasti saja berujung keributan, menurutnya beradu argument, saling memaki, dengan nada yang sama-sama tinggi, bahkan suara benda pecah terbanting, sudah menjadi makanan sehari-hari dalam hidupnya

Pov

Kenapa diriku menyebut keributan itu hal yang biasa? karena memang sudah sering terjadi. Akan ku ceritakan secara singkat tentang keluargaku yang bahagia ini

Tepatnya .... tahun lalu
Mamah dan papah di jodohkan oleh orang tua mereka hanya untuk kepentingan bisnis, mereka berdua hanya mementingkan karirnya, berangkat pagi pulang malam sudah menjadi kegiatan sehari-hari, bahkan sampai tidak pulang.

Dari awal pernikahan-pun tidak ada cinta diantara mereka, jika tak ada cinta? lalu aku ini siapa? darimana datangnya aku? Mungkin hanya kebablasan haha

Pernikahan tanpa adanya kasih sayang dan cinta, membuat mereka hidup di dunia masing-masing. Bahkan memiliki pasangan masing-masing. Papah ku sudah menikah lagi dengan seorang wanita berstatus janda itu. Aku mendengar nya dari perdebatan mereka, dimana mamah menyebut wanita itu dengan sebutan 'jalang'.

Perihal mamah? Aku pernah melihatnya bermesraan dengan seorang pria yang aku terka umurnya lebih muda dari pada mamah, ntah itu pacarnya, atau hanya lelaki pemuas nafsu.

Tetapi semua itu tidak aku pedulikan.
Kalian bertanya bagaimana aku bisa tidak peduli? karena, mau sebanyak apapun aku berkata, semua itu hanya akan berakhir rasa sakit dimana mereka hanya akan berkata bahwa aku hanya seorang gadis yg tidak tahu apa apa tentang masalah mereka.

Iya benar, hanya sia-sia

Lalu kenapa tidak bercerai saja? Mereka mementingkan harta, omah ku membuat wasiat atas hak warisannya, jikalau mereka putus hubungan sebelum omah meninggal, maka semua warisan akan di sedekahkan, dan mereka tidak akan menerima sepeser pun.

Bayangkan selama 17 tahun aku hidup di lingkup keluarga seperti ini? Yang mementingkan harta dan tahta, ingin rasanya aku pergi, namun aku masih memiliki rasa hormat.

Malam yg semakin larut membuat suasana semakin hening
tes... fyuhhh kenapa aku ini cengeng sekali? lihat bahkan pipiku sudah basah di banjiri air mata, payah memang, kenapa rasanya selalu saja sakit? bukankah ini sudah biasa terjadi? tapi bahkan rasa sakit itu kian bertambah setiap hari.

Seringku berpikir bahwa Tuhan begitu tidak adil terhadap ku, kenapa harus aku? Kenapa tidak orang lain saja? Sampai sekarang aku belum dapat jawabannya

Ohya, mau tau siapa gadis cengeng ini? kita belum berkenalan.. bagaimana apakah tertarik berkenalan dengan aku dan kisahku?

Emm.... akan ku ceritakan
tapi tidak sekarang
karenaa...

Gadis itupun terlarut di atas bantal yang basah bekas air mata, dengan kondisi mata sembab dan hidung yang memerah menghiasi wajah cantiknya.


-ooo-

Ketikkan ini hanya tempat penuang ide yang dengan lancangnya berdatangan.

Aku bukan pengolah kata handal, jadi maklumkan jikalau ada kalimat rancu, typo, dan sebagainya

Masih mau lanjut?

Masih mau lanjut?

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 05, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BisuWhere stories live. Discover now