***
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah untuk semua pelajar termasuk SMA Mentari Pelita.
Nurul adalah anak pindahan dari kelas XI IPA 3, dia dipindahkan ke kelas XI IPA 2. Perpindahan kelas ini hanya bisa dilakukan sesama jurusan saja dan karena beberapa faktor, misalnya nilai raportnya meningkat atau si anak mengalami bullying dikelasnya.
Nurul berlari tergesa dikoridor, hari pertama masuk kelas malah kesiangan. Dia berhenti saat tiba didepan kelas, pintunya tertutup.
"Bagaimana kabar kalian hari ini?" tanya seorang guru dari ruang kelas.
"Baik bu!" jawab semua murid yang ada dikelas itu.
"Gimana nih liburannya? Seru gak? "
"Seru!"
"Enggak!" jawab sebagian.
Nurul masih setia mendengarkan belum berniat memasuki kelas.
"Karena hari ini hari pertama, kita perkenalan saja dulu ya..."
"Nama ibu, Larasati Putri Atmadja, dan ibu akan menjadi wali kelas kalian selama kelas XI ini"
KRREEK
Pintu terbuka menampakan seorang siswi.
"Assalamu'alaikum. Maaf bu, saya terlambat" katanya.
"Wa'alaikumusalam, silahkan masuk. " Nurul mengangguk, lalu berdiri didepan murid lain lebih tepatnya disamping bu Laras.
"Kenapa bisa terlambat?" tanya bu Laras.
"Kesiangan bu" jujur Nurul.
"Untuk hari ini ibu maklum, hari-hari selanjutnya jangan diulangi lagi ya" kata bu Laras lembut.
Nurul mengangguk cepat, " iya bu"
" Kamu anak dari kelas XI IPA 3 itu ya?" tanya bu Laras, Nurul mengangguk.
"Ohiya, ibu belum beritahu kalian ya,..." kini bu Laras menghadap ke semua murid didepannya.
"Kalo hari ini kalian kedatangan teman baru"
"Sebagaimana pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Jadi, silahkan perkenalkan diri kamu dulu ya... " lanjut bu Laras pada Nurul.
Nurul menghadap kedepan, dimana banyak pasang mata tertuju kearahnya. Dia menarik napas sejenak guna menghilangkan rasa gugupnya.
"Hallo semua... " sapa Nurul.
"Haii" balas semua murid.
"Izin memperkenalkan diri."
"Diizinkan"
"Nama saya Nurul Fatma Sari. Saya pindahan dari kelas XI IPA 3. Semoga bisa berteman baik yaa..." kata Nurul seraya tersenyum diakhir kalimat.
Nurul melihat ke arah bu Laras bahwa dia sudah selesai.
"Terima kasih Nurul, kamu boleh duduk bersama Sesil disana. Kebetulan teman sebangkunya pindah sekolah" Kata bu Laras sambil menunjuk bangku kosong disebelah cewek cantik dengan rambut sebahu.
Nurul tersenyum, lalu berjalan kearah bangku yang ditunjuk bu Laras.
Drrrttt
Ponsel yang ada dimeja bu Laras bergetar.
"Sebentar ya, ibu angkat panggilan dulu" lalu bu Laras pergi keluar kelas.
"Kenalin nama gue Sesil" kata cewek yang akan menjadi teman sebangku Nurul, dia mengulurkan tangan
"Nurul" sambil menerima uluran tangan Sesil. Nurul duduk disamping Sesil, lalu menoleh ke samping kanan dimana seorang cowok tengah menatapnya seraya mengulurkan tangan.
"Kenalin, nama gue Beni Erlangga. Biasa dipanggil sayang" katanya seraya tersenyum bangga. Sesil yang mendengar tertawa geli dengan ucapan Beni.
"Haha... Sejak kapan nama lo jadi sayang. Jangan dengerin dia Rul, dia emang rada-rada" kata Sesil sambil meletakan miring jari telunjuk pada jidatnya.
"Apaan sii lo, ngerusak moment aja tau. " kesal Beni.
Nurul hanya tersenyum kikuk.
"Kenalin temen gue, Bayu" Beni menepuk pundak teman yang ada disamping kanannya, hingga sang empu melihat kearah mereka bertiga.
"Kita ketemu lagi" kata Bayu pada Nurul.
"Kok? kalian... "kata Sesil bingung.
"Kita pernah satu olim bareng waktu kelas x. " potong Nurul.
"Lagian gue cuma pindaha kelas sebelah aja kok" lanjutnya lagi.
Hingga suara bu Laras kembali terdengar.
"Baiklah anak-anak. Karena hari ini pertama masuk, ibu gak akan kasih materi dulu. Bagaimana kalo kita bikin struktur organisasi kelas? Dari mulai ketua kelas, wakil, sekertaris...."
Bell istirahat sudah berlalu tujuh menit lalu.
"Parah. Kantin rame banget tadi, sampe gue cuma bisa beli Roti sama air putih doang" celetuk Sesil saat memasuki kelas.
"Lagian salah siapa gak mau ngantri" kata Nurul yang berjalan lebih dulu ke tempat duduknya.
"Lama tau Rul. "
"Gila sii parah! Bikin ginian doang dapet cuan? " seru Beni menggelengkan kepala tak percaya, saat melihat layar ponselnya. Sesil yang mendengar dibuat penasaran.
"Ngapain si Ben? Lo liatin apaan?" tanya Sesil saat melewati kursi Beni. Nurul dan Sesil memilih kembali ketempat duduk mereka.
Nurul menaruh yogurt yang sempat dia beli tadi dikantin, lalu menancapkan sedotan diatasnya. Sedangkan Sesil kembali membuka buku pelajaran.
"Habis ini pelajaran pak siapa ya?" gumam Sesil sesekali mengganti buku tulisnya.
"GUE TAU!!"
Brrakk
"Uhuk-uhuk!" Nurul yang sedang meminum yogurtnya tersedak saat Beni tiba-tiba berteriak sambil menggebrak meja. Beberapa anak yang memang ada dikelas semua matanya tertuju pada Beni.
"Heh! Kambing Gunung! Kenapa lo gebrak meja sih? Bikin temen gue keselek aja." Sewot Sesil pada Beni, lalu mengelus tengkuk Nurul.
"Gue gapapa Sil. Makasih ya."
"Untung gak nyembur" kata Sesil.
Beni yang baru datang dari kamar mandi langsung menghampiri ketiga temannya.
"Bay. Pokoknya ayok kita bikin." ujar Beni sambil menarik-narik tangan Bayu.
Bayu menatap bingung sekaligus ngeri dengan perkataan Beni yang terdengar ambigu.
"Apaan sih lo! " Kata Bayu seraya menghempaskan tangan Beni, lalu duduk dikursinya yang berada disebelah kanan Beni.
Kini tatapan Beni beralih pada Sesil.
"Sil. Lo mau kan bantuin gue?" Sesil yang merasa geram dengan kalimat amnigu dan gantung Beni berujar, " Lo mau dibantuin apaan? Kalo ngomong yang jelas, jangan bikin orang ambigu"
Beni cengengesan, "gue mau bikin vlog biar dapet cuan. Kalo sendiri gue agak malu...,"
"Biasanya juga malu-maluin" potong Sesil.
"Gimana kalo kita berempat. Sekarang kan apa-apa tuh cepet viral lewat medsos, kalo dapet cuan kita bagi rata. Gimana?" jelas Beni.
" Mau bikin vlog kayak gimana emang?" tanya Nurul.
....
-/10/2021
YOU ARE READING
Sampul Mati
HorrorNurul harus mengalami kejadian aneh atas kecerobohan yang dia lakukan. Kemunculan sosok Penari yang Nurul lihat, menjadi awal petualangannya bersama ketiga temannya Beni, Sesil, dan Bayu mengungkap kebenaran kisah dibalik sebuah buku. Ikuti perjalan...
