Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Justboogi as Armada Gara Erlangga
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Angellina Danilova as Angellina Stella
Malam ini Stella merenung di kamarnya, sudah pukul 11 malam gadis itu belum tidur karena ia tengah memikirkan seseorang saat ini dan orang itu adalah Gara, seorang kakak kelas yang tempo hari menolongnya ketika dia tidak sengaja terjebak di Lab. IPA
*FLASHBACK ON*
"Halo, apakah ada orang di luar? Kalau begitu, tolong buka pintunya! Aku terkunci di dalam." Tapi nihil tidak ada jawaban dari siapa pun.
Di sisi lain seorang pria sedang menuju ke perpustakaan, pria itu adalah Gara. Niatnya ke perpustakaan adalah mengembalikan buku paket yang dia pinjam kemarin untuk meringkas materi, karena saat temannya meringkas di papan tulis dia tidak ada di kelas alias bolos kelas.
Baru saja akan menginjak teras Perpustakaan, dia mendengar seseorang berteriak minta tolong. "Siapa?" dia pikir.
Ia pun berusaha mencari sumber suara itu, dan terhenti saat mendengar suara tangisan wanita di laboratorium sains.
"Wah, apakah ada orang di sini?"
Stella yang mendengar suara seseorang dari luar lab. IPA langsung tersenyum senang.
"Ya, ada seseorang di sini. Tolong aku, aku terjebak di dalam, pintunya terkunci."
"Oke, sekarang lo mundur, biar gue dobrak pintunya."
Gara mengambil langkah untuk mendobrak pintu,
1 2 3
BRAK
pintu terbuka.
Stella yang secara refleks memeluk Gara. "Hiks hiks hiks aku takut Kak."
"Ssst, sekarang lo yang tenang, ada gue disini, gak perlu takut lagi Ok!" Stela hanya mengangguk.
"Btw, apa yang lo lakuin di perpustakaan, pulang sekolah kan udah lewat sejam yang lalu."
"Umm... temenku ada yang iseng kak, dia ngunci aku di perpustakaan."
"Sekarang gue antar lo pulang ya?, lo bawa motor gak?"
Stella menggeleng "Tadi pagi aku dianter Papa.”
"Ambil tas lo di kelas, gue bakal nganter lo balik nanti." Stella yang mendengar perintah Garapun langsung menuju ke kelasnya. Segera dia datang dengan tas abu-abu bertengger di punggungnya.
Motor Gara membelah jalanan ibukota, butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke rumah Stella, cukup jauh.
Ct.. (Anggep aja suara rem)
Stella turun dari motor Gara.
"Terima kasih sudah mengantarku pulang."
Gara mengangguk, "Sama-sama, gue balik dulu."
"Hati-hati,"
*flashback ff*
Stella senyam-senyum sendiri mengingat perlakuan manis Gara kepadanya, apalagi aroma maskulin cowok itu yang tercium saat Stella memeluknya.