Prolog

118 67 184
                                        

"Kenapa kamu terus-terusan minta aku jauhin Zeline? Sedangkan kamu nggak kasih tahu aku, kamu ada apa sama dia? Selain soal perjodohan kalian berdua!"

"Aku nggak ada apa-apa El, Zeline itu manfaatin kamu buat balas dendam, kamu harus sadar. Itu kenapa alasan aku nyuruh kamu jauhin dia!" jawab Jeno yang hampir juga emosi seperti El. Tapi untungnya Jeno masih sadar dan masih bisa mengendalikan dirinya.

"El percaya sama aku! Kali ini aja turutin aku El. Kamu jangan percaya apapun yang Zeline bilang. Dia bukan sahabat kamu."


"Gimana bisa Jen?! Gue harus cerita masalah ke keluarga si masalah itu sendiri!" ucapnya dalam hati.

"Gue kecewa sama apa aja yang ada di dalam hidup gue! Gue enggak nyalahin Tuhan karena dulu katanya Tuhan bakal tanya ke kita sebelum kita lahir, tapi bodohnya gue jawab sanggup dan milih lahir di dunia."

"Itu artinya lo kuat. Nggak perlu menyalahkan diri lo sendiri."


















































Karena cinta memang sebodoh itukan? Merelakan apa saja untuk orang yang kita cintai termasuk melepaskannya. Karena Zeline pernah membaca pada sebuah buku yang ia ambil asal di kamar Shia, "melepaskan seseorang yang kita cintai bukan berarti kita berhenti mencintai, tapi karena tahu bahwa dia akan lebih bahagia ketika kita melepaskannya." kurang lebih begitu katanya.

Kata Yang Tak Sampai | JenoStories to obsess over. Discover now