Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Philophobia chapter 01.

1 1 0
                                        


"Jeff!" Aluna berlari mengejar Jeffrey yang sudah keluar kelas, ia berlari agak kesusahan mengingat langkah kaki nya
yang kecil.

Jeffrey yang merasa namanya dipanggil menghentikan langkahnya, lalu melihat Aluna yang masih mengejarnya.

"Kenapa lun?" tanya Jeffrey ketika Aluna sudah berada dihadapan nya dengan nafas yang tersenggal-senggal.

"Jok belakang lu free ga?" tanya Luna dengan penuh harap.

"Free kok, mau bareng?" Tawar Jeffrey yang langsung dibalas anggukan antusias dari Luna.

'Yes, kesempatan!' ucap Luna dalam hati.

"Mau pake jaket gue ga? Angin nya dingin, kayaknya bentar lagi mau ujan." Jeffrey hendak melepaskan jaketnya namun ditahan oleh Luna.

"Eh, gausah lu aja yang pake lu kan didepan gue bisa berlindung dibalik punggung lu kok, hehe." Ucap Luna yang hanya dibalas anggukan oleh Jeffrey, lalu motor Jeffrey melenggang keluar dari parkiran sekolah.

Ditengah perjalanan hening menyelimuti kedua nya, Jeffrey yang fokus ke depan dan Luna yang fokus melihat indah nya punggung Jeffrey.

"Eh lun, pegangan ya gue mau agak cepet, keknya bentar lagi ujan turun deh." Luna segera tersadar dari lamunan nya lalu melingkarkan tangan nya ke pinggang Jeffrey.

Jeffrey agak tersentak. Namun, ia segera menguasai ekspresi nya kembali.

Namun lima menit kemudian, rintik hujan mulai membasahi jalanan membuat Jeffrey dan Luna terpaksa meneduh.

Ya, walaupun Luna seneng seneng aja. Kesempatan berduaan lebih lama sama doi.

"Jeff, keknya gue gapernah deh liat lu deket sama cewek." Luna sih berharap Jeffrey ga lagi deket sama siapa-siapa.

"Kan sering lun sama temen kelas, ataupun diluar kelas juga." balasan Jeffrey membuat Luna mendengus.

"Maksudnya deket dalam maksud pdkt Jeff!" Luna menggertak gigi nya gemas, Jeffrey yang melihatnya hanya terkekeh pelan.

"Gue ga minat buat hal gituan sih." Jawab Jeffrey santai.

"Hah? Kenapa? Padahal lu lumayan ganteng sih."

"Oh, jadi secara gak sengaja lu mengakui gue ganteng dong?" Jeffrey menaik-turunkan alisnya menggoda Luna, membuat Luna langsung menggeplak lengan nya.

"Ih Jeff, serius deh."

"Gue takut buat jatuh cinta Aluna." ucap Jeffrey sambil mengacak gemas rambut Luna.

"H-hah? Philophobia maksud lu?" Luna melotot kaget seakan tak percaya.

"Ya bisa disebut gitu."

"Kenapa Jeff?" tanya Luna walaupun suara nya agak melemah membuat Jeffrey menyernitkan dahi nya.

"Apa nya yang kenapa Luna? Yaudah sih gitu doang."

"Jeff ih serius?" Jeffrey mulai jengah dengan pertanyaan Luna.

"Iya Aluna, emang kenapa sih?"

"Yaaa, eh, gapapa-gapapa."

"Itu ujan nya udah reda, lanjut yuk." Jeffrey melihat hujan yang sudah reda, lalu menstarter motornya.

Ia melihat kearah Luna yang tampak terdiam."Lun, ayo!" ucapan Jeffrey membuat Luna tersadar lalu mengangguk.

*********

"Vanya ada yang patah tapi bukan ranting huhu."

Ya, saat ini Aluna sedang berbaring sambil telfonan sama temen seperjuangan nya, Shavanya.

"Apaan tuh?" Terdengar suara Vanya menyahut dari seberang.

"Hati gue."

"Elah kenapa gobs, bukan nya tadi lu pulang bareng doi ya, kok patah hati."

"Dia gak suka cewek huhu."

"MAKSUD LU MAHO ANJ?!" Kini terdengar teriakan Vanya dari seberang.

"Sembarangan lu bego, maksud gue tuh dia philophobia."

"Hah? Gimana-gimana? Otak gue dari 4G langsung ke edge nih."

"Makanya anying kalo sekolah jangan sampe gerbang doang."

"Eh, emang ada pelajaran tentang itu ya?"

"Yaaa, yaaa gatau juga sih hehe."

"Yeuuu ilerr."

"Dia tuh takut buat jatuh cinta Van, gue sampe melongo kaya orang bego tadi tuh."

"Kok bisa?"

"Gue juga gatau, ga sempet nanya juga sih, gue terlalu shock anj."

"Lah, tapi tadi dia nanya kak Larissa ke gue."

"HAH? LARISSA MANA GOBS?!" kini giliran Luna yang berteriak kaget.

"Ituloh anak kelas 3 IPA 2, yang sifatnya tuh kaya putri keraton."

"Jelasin ke gue besok, gamau tau!"

"Oke nyai."

Telepon terputus, Luna mencoba mengingat siapa itu Larissa, jangan sampe menjadi rival nya Aluna dalam memperebutkan Jeffrey, jangan sampe!

*******

"He gobs!" Luna menyapa Vanya yang sedang berdebat dengan Shandy, si ketua kelas.

"Apa anjing, kaget gue asu." Vanya menggeplak lengan Luna membuat sang empu meringis.

"Jadi gimana-gimana, gue penasaran banget ini." Luna lalu mendudukkan dirinya di kursi yang entah kursi siapa.

"Ya gitu, Larissa itu hits banget tau, doi aura nya fositif vibe banget. Uh, gue aja yang cewek suka liatnya."

"Kok gue gatau? Berarti dia gak hits dong."

"Dia baik banget sumpah, tutur kata nya juga lembut, ramah banget." Vanya mengabsen satu-persatu sifat baik Larissa tanpa menghiraukan Luna yang sekarang sudah mendengus keras.

"Iya iya udah, panas nih kuping gue dengernya."

"Pansos yuk, doi followers nya udah 200k." Luna yang mendengarnya langsung menggeplak kepala Vanya.

"Lu juga 200 kok Van."

"Tapi gak pake K." Vanya mengerucutkan bibirnya.

"Beli followers aja gimana?"

"Ih, gamau!"

"SERAH LO VAN SERAH." Luna langsung melenggang pergi tanpa menghiraukan panggilan Vanya.

Lalu melihat Jeffrey yang masuk ke kelas.

"Tumben siang."sapa Luna

"Iya, soalnya tadi begadang. Lu kenapa? Kok muka nya merah? Lagi kesel sama siapa?"

Ini nih, yang bikin Luna tambah klepek-klepek sama Jeffrey, udah baik peka pula uhuy.

"Vanya nya ngeselin banget sumpah." Luna mengerucutkan bibirnya membuat Jeffrey gemas.

"Jeff!" tampak seorang perempuan dari luar memanggil Jeffrey, Jeffrey menghampiri nya tanpa memandang Luna yang sekarang muka nya sudah mengeruh.

"Kak Larissa, ada apa nih kak?" Jeffrey menyapa Larissa ketika sudah berada dihadapan gadis itu.

"Kita dipanggil pak Setyo keruangan nya."

"Oh yaudah."

"Luna Jeffrey nya dipinjem dulu ya hehe." Larissa menyapa Luna walaupun kini Luna menatapnya agak sangar.

Lalu Jeffrey dan Larissa beriringan berjalan.

Luna termenung.

'ternyata bener doi fositif vibe banget.' ucap Luna dalam hatinya.

To be continue.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 15, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Philophobia.Stories to obsess over. Discover now