Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

-NOT END- continue

15 0 0
                                        

Jalan keluar sudah di depan mata.

Aku dan Axel saling bertatapan.

Namun, segera terdengar suara 'dia' menggema dan berteriak,

"Keluar kalian! bajingan! Uuuaaaaa"

Suara nyaring yang mengincar kami itu sangat menggelegar, apalagi di tengah kesunyian hutan yang mencekam ini.

Suara serak 'dia' mencari kami yang terus berlari tanpa henti.

Axel tahu harus berbuat apa.

Axel berhenti, lalu menatapku kembali.

"Pergilah duluan." katanya sambil terengah-engah karena sudah berlari terlalu jauh dan terluka amat parah.

"Biar kutahan 'dia' disini."

Kaget.

Apa maksudmu?!

"Gak bisa. Xel. Ak-"

"Gak ada waktu! Arhhh!" Axel mengacak-acak rambut nya dengan kedua tangan nya yang kotor.

Aku seperti ingin menangis.

Mungkin Axel juga sudah frustasi.

tak lama ia menundukkan kepala nya. Tubuhnya juga sudah dipenuhi luka, wajah manis nya yang pucat, mata nya berkaca-kaca. Raut wajah keputus-asaan itu. Ah aku tak sanggup rasanya.

"Kumohon... " Pinta nya lagi lemas, dan menatapku penuh rasa iba.

"KEMBBBAAAALLIIIIII!" suara 'nya' mengagetkan kami. Suara yang semakin dekat, bergetar dan melengking serak itu membuat bulu kuduk ku merinding.

Petir tak henti-henti nya bergemuruh, langit sudah mau runtuh. Dari ujung sudah tidak nampak lagi pemandangan indah, yang ada hanya kegelapan.

"Cuma ini! Cuma ini kesempatanmu! Liat!" Ucap nya sambil menunjuk-nunjuk langit.

Aku menghela nafas, menatap Axel, lalu memalingkan wajahku dan pergi dengan terpaksa, walau aku tahu ini salah. Jika aku pergi, sama saja aku kalah.

Aku Kalah dengan janji yang kubuat.

Janji bahwa Axel akan pergi bersama ku keluar dari dunia gila ini.

Aku berlari, tak menengok kebelakang, memejamkan mataku sembari menangis, dan itu terjadi sangat cepat.

Gelombang-gelombang itu mulai memakan tubuh ku. Menghilangkan ku meninggalkan semua ini.

Rasanya seperti hilang udara sebentar, seperti di dalam balon besar.


---
Sedetik
---
Dua detik
---
Tiga detik
---
Empat detik
---
Lima detik
---


Aku membuka mata ku perlahan.

Ku pandangi sekitar ku, kiri dan kanan. Aku perhatikan dengan seksama.

Pelan-pelan.

Ini seperti bukan tempat yang familiar untuk ku.

Ruangan luas, seperti basement. hanya cahaya samar-samar. Jantungku mulai berdegup kencang, keringat mengucur, kuteguk air liur ku.

Perlahan memori ku mengingat ini.

"Astaga! Jangan keparat ini lagi!" Batin ku

Aku kira aku sudah berada dirumah.

Nyata nya, masih terperangkap di Neraka yang sama.

Aku pasti akan bisa kabur dari Iblis itu.

Lagi.

Dan aku bersumpah, Axel, akan pulang bersama ku kali ini.

Tunggu aku, Axel! Aku takkan pulang ke rumah jika tidak bersamamu. Karena kamu adalah, rumah ku yang sesungguhnya.



_______________________
Klovkh City, February.

UnknownCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang