1.

40 10 4
                                        

𝐏𝐫𝐨𝐥𝐨𝐠

Aku terisak saat lagi lagi, Pria berperawakan tinggi besar dengan tatto Naga terlukis di lengannya yang besar itu menarik ku kasar. Membawaku ikut serta padanya menuju ruangan gelap yang sangat ku takuti. Dengan masker yang dikenakannya serta pakaian hitam yang melekat di tubuh tingginya itu, ia terlihat membaur bersama ruangan dengan minim pencahayaan ini.

Lelaki itu adalah Jack, Salah satu kaki kanan kepercayaan Daddy yang selalu berada di sampingnya, kapanpun, dimanapun. Namun, pengecualian untuk saat ini. Daddy tak berada di sampingnya seperti hari-hari sebelumnya. Lelaki yang berumur kepala tiga itu, seakan tak menganggapku ada. Ia seperti menulikan semua inderanya saat teriakanku menggema di ruangan gelap ini.

Aku yakin.

Daddy disini dan pasti mendengar teriakan demi teriakan yang keluar dari bibirku saat Jack terus berusaha menyuntikan cairan aneh itu. Dalam hati, aku terus menguatkan hatiku bahwa Daddy akan menolongku.
   Menggendongku dan membawaku pergi dari sini. Sampai jarum suntikan itu perlahan menembus lengan putihku, dan cairan aneh itu perlahan mulai memasuki dalam diri ini, harapanku tentang Daddy yang menolongku pupus bersamaan dengan tubuhku yang melemah.

Lelaki itu menyadari bahwa perlawanan ku mulai berkurang, Jack tersenyum puas seraya mengeluarkan suntikan itu dan memasukanya kembali di saku celananya. Membawaku ke perbaringan di kamar gelap dan setelahnya, ia pergi meninggalkan kamar gelap ini bersamaan dengan langkah kaki besar seorang pria.

"Sudah ku laksanakan, bos. Semua berjalan dengan lancar."

Samar-samar aku menoleh ke sudut ruangan dimana pintu bercat putih itu sedikit terbuka, menampakan wajah tegas nan tampan Daddy dibaliknya. Yang terlihat tengah terdiam dalam keheningan, dengan segala rencana gila yang tersusun di dalam benaknya. Lalu kemudian, semuanya kembali gelap secara bersamaan.

HORIZONWhere stories live. Discover now