-1- hari pertama di Indonesia || Audrey

547 43 9
                                        

•••
“Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan.”
•••


Kicauan burung burung terdengar jelas, ditambah seruan ayam jantan yang sudah mengumandangkan suara indah nya. Terlihat sedikit kabut membasahi jendela membuat pandangan keluar sendikit buram.

"Bang, aaaa Abang!! Bangun donk masa lupa sama janjnya."

Menolog seorang anak berusia sekitar 8 tahun, AUDREY JYUNIKA DEVANDRA.  yang  sibuk menggoyangkan tubuh remaja berkaos hitam lengan panjang yang sedang terbaring dengan selimut tebal bernuansa silver polos menyelimuti tubuhnya.

Ia pun memonyongkan bibirnya Karna sang pemilik tidak kunjung bangun.

netra nya menyapu seluruh ruangan mendepati sebuah kemonceng yang tengah tergantung disamping lemari. Dengan siggap ia berlari mengambil kemonceng tersebut

"Bangun engga, cepet bangun Abang!!!"

Ia menyapu, muka remaja yang sedang tertidur lelap dengan kemonceng tersebut sehingga membuat nya sedikit terusik.

"Abangggg!! Ayooo bangun!!!"

Tak ada respon malah ia menutupi seluruh tubuhnya hingga menutup sempurna, membuat Audrey semakin kesal.

Trap trap

Ia pun turun dari ranjang tersebut, menghentak kan kaki nya dengan kesal, dengan ekspresi wajah cemberut  Melempar kemonceng dengan sembarang.

Ceklek

"Mamahhh"

Nampak seorang wanita berdaster hijau bermotif batik tersebut masuk membawa baskom kecil air hangat berisi sebuah handuk mini.

"Lohh kok cemberut anak mamah. Ada apa sayang?"

Ia pun mensejajarkan tubuhnya dengan Audrey sembari mengangkat dagu kecil mencubit sedikit pipi chubby miliknya.

Ia pun tersenyum, pelukan hangat terasa didekapan seorang wanita JIANDRA FITRIA seorang ibu yang terkenal sangat lemah lembut dalam mengurus anak-anaknya dengan sabar layaknya seperti orng cupu.

Ia pun memonyongkan bibirnya kembali meunjuk kepada remaja yang sedang tertidur walau tak terlihat batang hidungnya karna seluruh badannya tertutup oleh selimut.

Jiandra pun menggandeng tangan lembut Audrey menuju seorang remaja tersebut. Ia pun kembali mendudukkan dirinya di kasur size berwarna silver.

"Mahh ..Abang bohong. Katanya Abang mau ajak ody jalan-jalan disekitar Tapi Abang dari tadi ga mau bangun-bangun!! Padahal Ody udh capek nunggin nya"

Jiandra pun terkekeh akan sikap putri sulung nya tersebut yang menampilkan ekspresi menggemaskan

"Sabar yaaa sayang... Abang badan nya panas banget tadi malem.. mungkin gara² kecapean, setara perjalanan kemaren ga Deket kan dan seharian penuh Abang jagain Ody yang lagi bobo trus diperlukan Abang"

"Bahkan Ody gak mau kan sama mamah, akhirnya sepanjang jalan Abang yang gedong Ody terus. Ntar klo udh fit pasti Ody langsung diajak okee !!"

Ice The Boy -alsand-Stories to obsess over. Discover now