1. Chiara

10 2 3
                                        

"Dokchi!"

Seorang perawat perempuan, Risa, mendatangi Chiara yang sedang berjalan menuju ruang prakteknya sambil membawa berkas. Chiara membalas sapaan sang perawat dan berjalan berdampingan dengan perawat tersebut sambil bertanya ada apa meskipun Chiara tau apa yang akan diucapkan oleh sang Perawat seperti informasi mengenai jumlah pasien, jam praktek, dan lainnya.

"Ini ada lima pasien yang mau control, udah daftar lewat online. Untuk pasien yang daftar di tempat sejauh ini belum ada, Dok."

"Oke makasih infonya. Ngomong-ngomong kamu udah sarapan belum?"

"Udah dong, Dok! Udah siapin diri buat menghadapi pasien sama Dokchi hari ini."

Chiara tertawa kecil, "Keren, aku malah belum sarapan. Oke, masih ada waktu kan sebelum jam prakteknya mulai? pasiennya udah ada yang dateng?"

"Iya Dok, masih ada setengah jam lagi, pasiennya juga belum ada yang dateng."

"Oke sip. Kalo gitu aku ke ruangan dulu ya. Nanti Risa tolong ingetin aku kalo udah mulai jam prakteknya," Chiara melihat jamnya, "Sekitar lima belas menit sebelum jam sembilan berarti."

"Baik Dok. Nanti Risa chat dokter. Risa ke situ dulu ya, Dok." Risa menunjuk pojok yang merupakan stasiun perawat yang berdekatan dengan bagian administrasi.

Chiara mengangguk sambil tersenyum. Setelah berpisah dengan Risa, Chiara menuju ke ruangannya.

dr. Chiara Ayudia Larasati, S. Ked —tulisan di papan pintu ruangannya.

Chiara memasuki kemudian duduk di kursi meja yang biasa ia gunakan untuk menganamnesis pasien. Ia mengeluarkan alat-alat tulis seperti pulpen dan textbook. Ia juga mengeluarkan kotak bekal yang ia bawa, tetapi setelah ia pikir-pikir, lebih baik makan di kantin karena suasananya lebih hidup.

Pagi menjelang siang ini udara masih cukup sejuk dan rumah sakit masih sepi karena hampir tidak ada pasien yang sedang menunggu atau duduk di kursi tunggu. Chiara berjalan menuju kantin sambil membawa bekal dan botol minumnya. Di kantin, ia memilih tempat duduk di sisi kanan yang menghadap ke taman dan kolam ikan.

Chiara Ayudia Larasati, seorang dokter umum yang sedang menjalani tahun keduanya setelah sumpah dokter. Ia baru menyelesaikan internshipnya yang dijalankan selama satu tahun. Chiara sangat enjoy menjalani kehidupan barunya sebagai dokter umum sebelum nanti ia akan mengambil spesialis kandungan. Sekarang Chiara sedang memperbanyak pengalaman dalam mengobati banyak pasien sebelum ia fokus ke satu bidang saja.

Kehidupan Chiara dipenuhi dengan kekonsistennya terhadap tujuan yang sudah ia tetapkan. Dengan kata lain hidup Chiara terlalu lurus. Selama ini tujuannya adalah menjadi dokter yang berkemampuan. Untuk urusan di luar pekerjaan, tidak ada yang spesial, datar saja. Mungkin jika dilihat kilas balik kehidupan sebelum ia menjadi dokter, ia tidak punya perasaan yang membuatnya bisa rindu terhadap peristiwa yang sudah terjadi. Chiara terlalu strict dengan tujuannya. Di saat teman-teman seperjuangannya mengadakan pesta perpisahan, Chiara lebih memilih mempersiapkan apa-apa saja yang diperlukan untuk memulai hari untuk praktek sebagai dokter.

Tidak, Chiara tidak dikucilkan. Chiara hanya malas untuk melakukan urusan yang menurutnya buang-buang waktu saja. Menurutnya, lebih baik waktu yang dipakai untuk main, digunakan untuk belajar dan mempersiapkan diri. Tentu saja konsenkuensinya, ia hanya mempunyai sedikit teman. Namun, ia tidak peduli, toh yang ia lakukan tidak merugikan orang lain.

Ting!

"Dokchi, 15 menit lagi waktu prakteknya mulai. Aku duluan ke ruangan ya."

Begitu pesan dari perawatnya, Risa. Risa adalah perawat yang supel. Ia bahkan bisa menyesuaikan diri dengan Chiara yang kaku dan tidak segan dipanggil nama daripada suster. Jujur saja, karena Chiara jarang bersosialisasi di luar kegiatan penting, ia sangat kaku dan sulit mengakrabkan diri pada orang baru. Untuk kegiatan formalitas, Chiara masih bisa menghadapinya, tetapi kegiatan sosial pertemanan? Chiara pun mengakui dia sangat nol. Karena sudah bekerja dengan Risa hampir selama setahun, akhirnya ia bisa sedikit menghilangkan rasa kakunya. Catat, hanya sedikit.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 12, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A Daily Life of UsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang