Renesmee Issabelle Aston, seorang gadis cantik berkepribadian dingin dengan kehidupan asmara dimasa lalunya yang menyedihkan, dan kehidupan keluarganya yang berantakan. Namun ia memiliki dua orang sahabat yang bernama Kim si gadis periang, dan Vano...
Sebuah alunan musik terdengar disetiap sudut Ruangan bernuansa putih itu. Seorang gadis dengan rambut yang ia kuncir dan riasan natural semakin menambah kecantikannya, ia menatap pantulan dirinya dicermin dengan senyum yang merekah menatap sempurna penampilannya malam ini.
Ia keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni setiap anak tangga, hingga sampailah dirinya dilantai bawah.
"Izzy, kau mau kemana dengan penampalian seperti itu!?," kaget seorang pria paruhbaya yang sedang duduk dengan tuksedo yang masih melekat ditubuhnya.
Izzy menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap sosok itu yang juga menatapnya dengan kening yang berkerut.
"Bukan urusanmu!," jawabnya acuh. Pria itu menggeleng lalu meraih benda pipih yang terletak diatas meja didepannya dan menghubungi seseorang.
"Aku menyuruhmu untuk menjaganya sekarang,"
"......."
"Baiklah, terimakasih Jonathan," ucapnya terakhir kali lalu memutuskan sambungan telefon itu. Izzy membulatkan matanya lebar, ia menatap Braze tak percaya.
"Sungguh?,"
"Kenapa kau tidak menyuruh penjagamu saja daripada harus menyuruh lelaki brengsek itu?!," kesal Izzy yang sangat muak mendengar nama Lelaki penjahat kelamin itu, Jonathan Margathon!.
"Izzy, jaga bicaramu, dia adalah penerus keluarga Margathon!," peringat pria itu tegas.
"Terserah padamu, aku muak mendengarmu terus menerus membicarakannya, berhenti berceloteh dan sebaiknya kau fokus pada duniamu daripada duniaku tuan Braze ston."
"Izzy, aku Daddy-mu!," geram Braze sambil menggebrak meja Dihadapannya. Izzy memutar bola matanya dan membalikkan badannya lalu melenggang pergi meninggalkan Braze yang hanya bisa menarik nafasnya dalam, bagaimanapun sifat gadis itu menurun darinya.
**** Izzy begitu muak menyaksikan Lelaki penjahat kelamin ini yang tebar pesona Dihadapannya, padahal ia ingin menikmati waktunya bersenang-senang di Club elit itu, tapi kedatangan lelaki tak diundang itu sangat mengusiknya.
"Menjauhlah dariku, Jonathan!," geram Izzy saat Jonathan yang berusaha untuk memeluknya. Jonathan tak kehabisan akal, ia menarik tubuh Izzy dan berusaha mencium bibir sexy gadis mungil itu. Izzy mendorong tubuh Jonathan, ia segera berdiri dari bangkunya dan berjalan pergi.
"Hei, kau mau kemana?," cegatnya.
"Menyingkirlah, aku hanya ingin ke Toilet," jawab Izzy seadanya. Jonathan memicingkan matanya.
"Apa kau yakin hanya ingin ke toilet dan tidak berusaha kabur dariku?," curiga Jonathan, Izzy memutar bola matanya, ini memuakkan!
"Persetan denganmu, ikutlah kalau kau tidak percaya!," kesalnya yang langsung melenggang pergi.
Baru akan bernafas lega saat Jonathan tak mengikutinya dari belakang, namun semua sirna saat dua orang pengawal pria itu berada tak jauh dibelakangnya, terus mengawasi tiap gerak-gerik yang ia lakukan.
"Sial!."
Izzy segera masuk kedalam toilet, ia berfikir keras apa yang harus ia lakukan? Ia harus segera pergi dari tempat ini tanpa diketahui oleh Jonathan tapi itu adalah hal yang mustahil.
Tunggu! Ia punya cara,
Izzy segera melepaskan jaket manik-maniknya hingga memperlihatkan pakaian sexy gadis itu yang hampir mengekspos seluruh dadanya, dan tak lupa melepas kunciran rambutnya dan sedikit mengacak rambutnya yang tergerai.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.