Nallandra

7 1 0
                                        

      

Malam itu. 

Nallandra sudah bersiap rapi untuk kencan bersama sang pujaan hati.

Ia menyemprotkan parfum ke seluruh badanya. Selain supaya wangi ia ingin Jika Gita berpelukan di badanya, gadis itu akan nyaman.

"Wih Udah ganteng nih," puji Runia adik Nallandra, yang menengok dari balik pintu.

"Doain nge date nya lancar." Nallan memebenarkan dasi dan kerah bajunya.


Nallan dan sang pujaan hati bernama Gita itu sudah berpacaran selama 2 tahun. Dan selama dua tahun itu tidak ada yang berubah. Terkadang Nallan muak dengan Gita yang selalu memuji mantan kekasihnya Langit. Saat sedang menghabiskan waktu berdua.

"Kamu ngak pernah tau Lan. Susah untuk ngelupain orang yang pernah berharga di hidup kita"

Tak  jarang Gita lebih memprioritaskan Langit dibanding Nallan yang notaben pacarnya.

"Lan! Langit demam, kita nontonnya besok besok aja ya."

2 Tahun itu kisah percintaan yang mereka buat terasa hambar. Harus ada yang mengalah dan mengerti. Iya mengerti dan dimengerti.


Setelah sampai di Kafe yang dijanjikan. Nallan duduk menunggu Gita datang. 

Ia harap hari ini gadis itu menepati janjinya untuk datang, pasalnya berkali kali pun mereka berencana makan malam bersama selalu saja batal karena Gita tidak datang.

Namun Nallan bukanlah lelaki yang sekali dibatalkan langsung kapok, ia akan tetap menunggu dan datang jam berapapun.

"Kamu itu udah 23 Tahun masih aja baby face"

 "Iyalah, Makanya banyak yang naksir aku."

Nallan melihat itu, Gadis beranting mawar yang tak lain adalah Gita, tengah menyuapi Langit dengan bahagia.

Gadis itu mungkin lupa siapa pacarnya sekarang.

Jika di tempat sepi Nallan mungkin sudah melabrak mereka berdua namun disini sangat Ramai jadinya Nallan memilih untuk pulang meredam seluruh emosinya.


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 24, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

NallandraWhere stories live. Discover now