Halo, aku bawa cerita baru nih. Tapi cerita pendek, kalau kalian berminat untuk membelinya, kalian bisa langsung hubungi aku ke nomor WhatsApp ini 082271577227 (Fadel).
Untuk harganya 15K. Jumlah halaman 107. Ada 3 cerita dari 3 penulis, salah satunya aku. Pokoknya gak sia-sia deh kalian belinya.
Aku kasih spoiler sedikit untuk cerita Ares! Sekali lagi ini untuk dewasa, ya. Kalau belum cukup umur jangan dibeli!
*
*
*
Ares menatap Elena dengan tatapan kerinduan, gadis itu terlihat semakin cantik setelah pergi darinya 5 Tahun yang lalu. Perhatian Ares beralih ke sorang anak laki-laki yang berlari menghampiri Elena sembari memanggilnya dengan sebutan 'Mama'.
Pikiran Ares bercabang, apakah Elena sudah memiliki penggantinya? Memikirkan hal itu Ares tersenyum kecut, tentu saja Elena sudah memiliki penggantinya. Ini sudah 5 Tahun berlalu dan yang membuat gadis itu pergi darinya adalah dirinya sendiri.
Ia hendak membalikkan tubuhnya, tapi suara anak laki-laki menghentikan langkahnya. "Papa!"
Elena menurunkan Sean dari gendongannya, lalu mengikuti langkah kaki kecil Sean yang berlari menghampiri pria yang berdiri membelakangi mereka.
"Papa! Papa datang jemput aku sama Mama?" Ares membulatkan kedua matanya ketika anak kecil itu memeluk kakinya.
"Sean, jangan seperti itu." Elena menarik Sean, lalu menggendongnya. "Maaf, Tuan. Anak saya sudah salah mengenali Anda sebagai papanya, sekali lagi saya minta maaf."
"Ma, itu Papa. Aku gak mungkin salah mengenali Papa," rengek Sean sambil berusaha keras untuk turun dari gendongan Elena.
***
Ares duduk di sofa dengan Sean yang masih setia di dalam gendongannya. Bila diperhatikan lebih lama, wajah Sean memang mirip dengan wajahnya sewaktu kecil dulu. Sepertinya Sean benar-benar anaknya, bukan anak Elena dengan pria lain seperti dugaannya tadi.
"Papa," panggil Sean.
"Hmm?"
"Papa gak akan pergi lagi, kan?" tanya Sean.
***
Lenguhan keluar dari bibir Elena saat bibir Ares mendarat di atas payudaranya dan membuat tanda juga di sana. Ares melepas bra Elena dan melemparnya entah ke mana, kini tubuh bagian atas Elena tidak tertutupi apapun.
"Eughh."
Ares meremas pelan payudara Elena sebelum memasukkan putingnya ke dalam mulutnya, tangannya yang satu memilin pelan puting payudara Elena yang kiri.
"Ahhh, Ar." Kamar itu dipenuhi oleh suara desahan dan decapan lidah yang dihasilkan oleh Ares dan Elena.
Ciuman Ares turun ke bawah menuju selangkangan Elena, tangannya menarik turun celana dalam Elena sampi terlepas. Ia membuka kedua kaki Elena lalu mendaratkan sebuah kecupan di sana.
YOU ARE READING
About Love #2
RomanceKumpulan cerpen dari 3 penulis. Hanya untuk orang dewasa, anak kecil jangan baca dulu.
