Prolog

1 1 0
                                        

Namanya Leonara Agatha Wijaya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Namanya Leonara Agatha Wijaya. Panggil saja Nara. Gadis cantik dengan wajah bak seperti bayi. Pipi yang tembam dan merona.

Anak dari sepasang kekasih, Julio Adipta Wijaya dan Rebecca Dexton. Ayahnya seorang pengusaha mudah yang karirnya merajalela diseluruh penjuru dunia. Sedangkan Rebecca ialah seorang model papan atas yang kini sedang diminati banyak penggemar.

Kalian pasti akan membayangkan, betapa menyenangkan hidup seorang Leonara, pasalnya kedua orangtua gadis ini berpenghasilan di atas rata-rata.

Hidup berlimpah harta, itu yang pertama terlintas. Jika sudah begini, pastinya hidup terjamin aman dan tentram.

Namun, itu hanya secara logika.

Sedangkan, realita tak semanis ekspetasi. Leonara, tidak pernah merasakan apa arti tentram dalam lima belas tahun ia hidup.

Memang, Leonara hidup dengan berlimpah harta. Ia tak kekurangan dalam hal materi. Tapi, satu hal yang tak pernah terlintas ia rasakan dalam hidupnya.

Cinta dan kasih dari orangtua

Walau ia memiliki ayah yang mapan, juga Ibunya yang berpenghasilan. Tak menjamin hidupnya bahagia.

Tak kalian tau, hidup Leonara tak seindah apa yang kalian pikirkan.

Seolah hanya dengan melimpahkan harta, itu membuat hidup Leonara terpenuhi, sekiranya cukup tuk bertahan hidup.

Nyatanya, Leonara tertekan akan hal ini.

Apalagi, hidup dalam kesendirian, lebih parahnya Ia tak mengenal siapa Ibunya. Ia hanya diberi tahu, bahwa wanita yang Ia sebut Ibu telah tiada sewaktu Ia lahir di dunia.

Mungkin karena ini, timbul alasan mengapa Ayahnya benci padanya, dan mengacuhkan.

Namun, Leonara menyangkal dan menepis tuduhan sang Ayah. Itu tentang takdir. Namun, Julio tak pernah menaruh belas kasih kepada sang darah dagingnya sendiri.

Egois memang

Jika dipikir, Julio amatlah jahat dan sudah melewati batas. Dimana anaknya sendiri yang semestinya ia beri cinta dan kasih, malah ia memberikan hal sebaliknya. Tak seharusnya, ia memperlakukan darah dagingnya seperti ini.
Seolah Leonara ialah anak yang tak diinginkan keberadaannya.

Keinginan dalam menikah memang menjadi alasan mengapa seorang anak lahir. Memang itu tujuannya, bukan? Lalu, mengapa saat telah hadirnya anak tersebut. Malah Ia lantarkan seperti binatang?

Keji sekali!

Seolah menyimpan dendam dalam diri gadis polos yang tak tau apa-apa ini. Memperlakukan Leonara tak berperikemanusiaan, walau ia tak pernah bermain tangan. Namun, ia telah merusak psikis anak dengan lontaran kata yang tak seharusnya ia keluarkan.

Setiap hari, tak ada acara bertegur sapa seperti hal pada umumnya. Gadis ini hanya mendapatkan tatapan tajam dan mulut pedas Ayahnya. Sakit.

Namun, itulah kenyataannya. Takdir, katakan saja ini hanya sebuah ilusi, agar kau tau seberapa pentingnya sebuah perjuangan. Meski perjuangan hanya tuk mendapat kasih dan sayang.

Dan ini lah, awal kisah kehidupan kelam, milik Leonara.

”Kesempurnaan dalam hidup, ialah kala kita bisa mendapat berlimpahnya kasih sayang, dari cinta pertama seorang anak perempuan,“

”Kesempurnaan dalam hidup, ialah kala kita bisa mendapat berlimpahnya kasih sayang, dari cinta pertama seorang anak perempuan,“

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 09, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Hai, AYAH!Where stories live. Discover now