Panggilan Sayang

3 0 0
                                        

"....so, we're a couple now.."

Aku tidak percaya pernyataan cinta darinya datang secepat ini.  Wajahnya yang tembam memerah sambil tersenyum kikuk, tidak menyangka kalau aku juga menabung rasa untuknya selama ini.

"E- em.. i think so..." wajahku ikut memerah.  Lelaki dengan kaos hitam itu terkekeh "Aww, that's cute.. sweetheart"

Demi boba karamel, kalimat itu berhasil membuat kupu-kupu dalam perutku beterbangan. Sweetheart..

"W-why sweetheart tho-" ucapku sambil menunduk, menyembunyikan wajah semerah tomat yang siap panen. 
Ia mengelus rambutku dengan lembut, tersenyum geli melihat reaksi yang kuberikan.

"Kenapa hm? Tidak suka?"

"B- bukan begitu.."

"Apa kau lebih suka panggilan seperti orang lain?? I mean.. babe? "

Tidak, itu tidak baik untuk kesehatan jantung.  Aku memberikan tatapan tidak yakin, menyembunyikan keinginanku untuk berteriak senang.  Apa dia ingin aku mati muda??

"Itu sudah biasa, yang lain saja ya??"

Dia mengangguk kemudian terdiam.  Apa aku salah bicara??

"K- kalau mau dipanggil babe-"

"NUGGETS!!"

Demi boba karamel, kenapa harus berteriak dengan kencang saat si lawan bicara berada tepat dihadapanmu?

"N- Nuggets?"

Dia mengangguk antusias "Kau selalu membawa nugget untuk bekal sejak aku mengenalmu"

Wow, aku tidak menyangka nugget yang selalu ada karena ibuku malas memasak menu beragam untuk bekal berdampak pada kisah percintaanku di masa kini.

I'm impressed.

"I.. i can't believe- You remember that??" Kali ini aku melempar senyum lebar kepadanya.

Ia tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "A- aku memang suka memperhatikan orang-orang di sekelilingku.  And you are my favorite person to observe,  Nuggets" ia menyunggingkan senyuman menggoda.

Mendengarnya berkata demikian membuat kakiku lemas.  Seperti jelly, kurasa.

Siapa yang mengajarinya menggombal?

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 05, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PernahWhere stories live. Discover now