•안녕하세요 여러분•
:
Happy reading
Neomu shwipgen oji ma, jaemieoptjana geogiseo Ooh ooh (Oh-eh-oh-eh-oh)....
Masih setengah dari lagu yang disetel menjadi alarm itu berbunyi, namun sebuah tangan sudah meraih handphone tersebut untuk mematikannya. Dengan malas mata itu mulai terbuka melihat pukul berapa dilayar handphone tersebut, namun setelah melihat sudah pukul 07.00 matanya langsung terbuka lebar dan rasa kantuknya sudah hilang entah kemana.
"Kan terlambat lagi nih pasti, buset dah nih alarm guna gak sih," berkata seperti itu seolah yang salah adalah alarm bukan dirinya yang tak bangun sedari tadi. Dengan secepat kilat bergegas untuk mandi.
"Paaaa, yuk buruan, kakak udah terlambat nih," teriak gadis itu selagi mengikat tali sepatu nya.
"Makanya kamu tuh kak, kalau udah tau besoknya masih hari sekolah malam nya jangan begadang, kan jadi terlambat, gak sempat sarapan lagi," omel sang mama sambil memberikan kotak bekal pada anak gadisnya.
"Lah kok mama yang muncul sih, papa mana? Lama banget deh." Ucapnya lagi tanpa memperdulikan omelan mamanya.
"Papa lagi sarapan, tunggu sebentar!" Tanpa menghiraukan perkataan mamanya lagi, ia berlari ke ruang makan dan memanggil papanya.
"Ih Pa udah ayo buruan!"
"Yaudah yuk! naik motor aja ya biar lebih cepat," ucap pria yang sedang menggenggam kunci motor itu pada anak gadisnya.
Lampu merah dipersimpangan jalan sedang menyala, membuat kendaraan yang melaju berhenti seketika.
"Kamu tuh anak gadis suka banget bangun telat gimana gak setiap hari terlambat, si Agif yang SD aja bangun nya lebih cepat dari kamu," dengan santainya si papa berkata seperti itu saat menunggu lampu merah, dan seketika anak gadisnya langsung menjadi pusat perhatian.
Ini beneran papa gue gak sih, bisa-bisanya ngomong begituan, mana ramai banget lagi, ucap gadis itu dalam hati sambil melirik sekitar, dan tak sengaja bertukar pandang dengan abang gojek yg sudah menahan tawa disebelahnya, kemudian membalasnya dengan anggukan canggung yg sangat memalukan.
Tiba didepan gerbang yang akan ditutup oleh pak satpam, gadis itu berlari tanpa memberi salam pada sang Ayah.
"Pakkk, tunggu pak!! Bapak cepat banget sih jam segini udah mau nutup gerbang," ucapnya sambil ngos-ngosan.
"Bukan bapak yang kecepatan, kakak aja yang datang nya lama mulu," kata pak satpam tak ingin disalahkan.
"Yaudah ya pak, saya tinggal dulu." Tak mau berbicara lebih banyak pada pak satpam.
"Idihh gila parah, nih sekolah udah kayak punya kakek lo sendiri ya Ka," kata seorang cowok berhoodie navy yang duduk di bangku nya sambil beranjak berdiri.
"Udah deh Yan, gak usah bacot, minggir deh lo ngapain lagi duduk di bangku gue segala," ujarnya sambil mendorong temannya yg bernama Ryan.
"Seperti biasa, hanya melihat pr teman-teman saya yang nantinya akan saya salin kebuku tugas saya sendiri," ucap Ryan dengan bangganya.
"Halahhh, tinggal bilang nyontek aja sampai belibet mulut lo ngomongnya." Suara kesal Via yang terdengar karena tugasnya dicontek oleh Ryan.
Tak menghiraukan dua manusia yang setiap harinya berdebat, gadis itu mendudukkan diri dibangkunya.
"La, pr lo dah selesai?" Tanya gadis itu pada teman sebangku nya yg masih asik chattingan dengan sang gebetan.
"La, pr lo dah selesai apa belum?" Merasa tak ditanggapi, gadis itu bertanya lagi.
YOU ARE READING
THE PAST -ANTARGATA-
Teen FictionAntargata- yang tersembunyi dan terlindung. Denganmu aku bersembunyi. Denganku kau terlindungi -Dan akhirnya, bertemu dengan mu menjadi satu bahagia dalam hidupku. Cover by pint.
