"Ghea gua suka sama Lo,untuk ke sekian kalinya,Lo mau gak jadi pacar gua."
"Huft,dan untuk kesekian kalinya juga gua nolak Lo, Astagaa!! ini udah ke 25 kali Lo nembak gua, gua bilang gua tu gak mau pacaran Rafa, kalau kaya gini Lo juga kan yang sakit hati."
Lapangan sekolah SMAN 14 itu dipenuhi oleh anak kelas 11, karna aksi nekat seorang Rafael Abian shailendra yang sedang menembak Ghea Sherin aneska. seorang ketos cantik nan judes disekolahnya.
"Sekarang Lo balik ke sekolah Lo, jangan buat gaduh dan jangan balik ke sini lagi, dan kalian semua," ucap Ghea sambil menatap tajam teman temannya"BUBARRR !!"
-kelas ghea-
"Udahlah ghe gausah marah marah lagi, kasian mereka masa gara gara kesenggol dikit Lo langsung ngebentak." zara menenangkan Ghea yang marah marah ga jelas selama dijalan menuju kelas.
"Ya gimana ga marah coba, gua tu lagi emosi! gua tu capek zaa."ucap Ghea
"Iya iya,tapi jangan semua kena imbasnya, jangan emosian."
"Udahlah gausah dibahas, ntar gua juga baikan sendiri."
"Yaudah deh, Lo jangan ngebentak adkel ntar orang mikir masa ketos kea gitu sih, kan nama Lo juga yang jelek jadinya."
"Iyaa Zaaraaa, makasihh udah ngingetin."ucap ghea sambil memelas.
"Hehehehe, gua peduli tau."
"Asal Lo tau aja, gak enak jadi ketos, salah dikit hukuman gw Doble, poin gw banyak huhu."keluh Ghea
"Untung gw gak ketos kan, bisa stress ntar."
"Ya gak stress juga kali, udah ah itu buk Mike udah masuk, ntar kita disuruh keluar lagi."
"Ok okk." sambil mengacungkan jempolnya
›» kantin
"Ghe mau makan apa biar gua peesenin. "tawar Zara
"Gausah biar gua sendiri aja yang pesen."
"Gapapa elah, biasanya juga ngerepotin lu."
"Yaudh deh, hmmm gua pesan baso sama pop es mangga aja deh, ni duit nya ambil aja baleknya."
"Baleknya seribu elah ga Lo suruh pun gua ambil."
"Dah Sono ntar rame lagi."
»10 minutes later«
"Nahh, lama ya?"sambil menyodorkan pesanan ghea
"Huhu makasihh, gak ah ga lama kok."
"Eh ghe gua mau nanya nih tapi kalau Lo ga bisa jawab ga papa kok."
"Apaan tuch??"
"Kenapa sih Lo ga buka hati buat Rafa, maksudnya nyoba gitu, bukan ngapa ya kasian aja dia"
"Jadi Lo ga kasian sama gua,yaudah Lo jadi temennya aja sana." jawab Ghea
"Ehh eh bukan Loh ghee, coba Lo bayangin udah 25 kali dia nembak Lo dan hasilnya... jarangloh ada cowo yang kaya gitu biasanya kalau udah ditolak sekali aja pasti udh malu."
"Hei kawan kalo gua jadi bahan taruhan kaya pas Angga nembak gua gimana? gua juga gak kenal banget sama tu anak, apalagi dia beda sekolah kalo dia udah punya pacar atau pacaran lagi kan gua gatau."
"Yaudaah temenan aja."
"Lo aja sana yang temenan, gua mau cabut." Lalu pergi meninggalkan Zara.
"Tungguuuinn."
»kelas again«
"Jadi tugas kalian Minggu depan membuat rantai dan rumus umum alkena dan alkuna." Bu tari
"Kelompok atau sendiri buk?"
Hanya ketua kelas yang berani bertanya seperti ini.
"Se erte kalau kamu mau." ujar bu guru tercinta
"Hehehe ibuk bisa aja serius Bu,"
"SENDIRI!! ananda zafran terhormat."
"Oke buk."
"Baiklah mungkin hari ini sampai disini saja pembahasan kita, jangan lupa kerjakan tugas yang udah ibu berikan, tugasnya kerjakan dirumah bukan di sekolah ketua kelas siapkan!"
Setelah ketua kelas menutup kelas dengan doa satu persatu temen Ghea berhamburan keluar kelas.
"Ghe gua Luan ya, ada acara dirumah, gapapa kan??"
"Gapapa zar Luan aja gua juga bentar lagi pulang kok." ujar Ghea sambir memasukkan buku ke tas nya.
"Oke ,babayyyy gheaa."sambil melambaikan tangannya
"Bayyy Zara"cetus Ghea melambaikan tangannya juga.
Pertemanan mereka emang seperti anak anak, bukan seperti remaja zaman sekarang yang hobi nongkrong dicafe atau ngemall, mereka lebih sering nonton di rumah. Sambil makan jajan sampai ketiduran.
»Gerbang sekolah«
"Eh mau hujan, malah si Artha blom jemput lagi,"kesal Ghea sedari tadi menunggu jemputan abangnya
"Anjir lah, jalan aja blom hujan juga." kesal Ghea karna udah nunggu setengah jam
Ghea pun pulang jalan kaki, buat yang nanya kenapa gak ojek atau numpang aja alasannya karna money nya udah abis, dan temennya Ghea udah pada pulang huhuu kasian.
"Bentar lagi nyampe ni jangan hujan duluu dong." tapi mau bagaimana pun hujan telah turun kawan
»rumah«
"Ghea pulang."
"YAAMPUN, kamu kok basah kuyup gheaaaa!"
"Hujan elah ma."
"Kenapa gak neduh dulu!"
"Ya kan tadi waktu aku mau pulang blom hujan. lagian si Artha kemana? kok gak jemput aku."
"Abang kamu tu gak pulang sampe lusa, nginap rumah temen katanya,"
"Trus mama kenapa gak jemput?"
"Mau jemput pake apa? mobil dibawa sama ayah kamu, motor mama abis minyak."
"Udah ah aku mau ganti baju dulu."
"Yaudah sana, nanti bajunya langsung dicuci trus di keringin!"
"Iya maa, aku keatas dulu ya."
Selesai mandi Ghea langsung nyuci bajunya, terus Ghea langsung ke dapur buat makan.
"Habis makan, Minum itu vitaminnya biar kamu ga sakit, kan tadi kamu kehujanan."
"Iya ma hasyuu." ucap Ghea disertai bersin
"Kan!! udah bersin bersin kamu, nanti mama buatin teh. kamu makan dulu sana!"
"Iya maa."Ghea pun langsung makan setelah itu dia minum vitamin yang dikasi mamanya tadi
TBC*
×Voment nya bolehlaaa :)×
Maapp typo' meresahkan
> SEE YOU -MEI ◉‿◉ ♡
YOU ARE READING
RAGHA
Teen FictionCinta tak memandang siapa pun untuk jatuh didalamnya, ayolah manusia mana yang tak pernah mencintai seseorang ""antara Lo BELUM milik gua atau Lo BUKAN milik gua" Rafael Abian shailendra "Semuanya kembali tapi kenapa Lo nyusul pergi" #6july2021
