Over Possessive

601 55 1
                                        

Dahyun x Jimin

















Pernahkah kau membayangkan terjebak di suatu tempat yang entah mungkin tidak ada jalan keluarnya? Itulah yang dirasakan gadis susu ini beberapa bulan terakhir, ia terjebak pada cinta yang dibuatnya sendiri hingga membuat dirinya terkurung dari dunia luar. Bukan tidak ada pintu keluar, tapi ia sendiri yang tidak ingin mencarinya. Tubuh mungil nan pucat terlihat semakin kurus dari hari ke hari, tak pernah sedikitpun dalam benaknya ia menyangka cintanya untuk lelaki pilihannya itu semenyesakkan ini.

Menyesal? Entahlah. Cintanya yang membuat nya tidak bisa lari dari tempat ini.

Tidak punya teman. Tidak bisa berinteraksi dengan orang lain. Tidak tau bagaimana dunia luar disana sekarang. Tidak lagi. Mungkin hanya sinar rembulan dan bintang yang menjadi temannya. Jika ada. Sejak pria itu membawanya ketempat yang entah dimana ia pun tidak tau.

Duduk menghadap jendela memandang sinar rembulan menjadi kebiasaan baru Dahyun kali ini, baginya melihat rembulan bersinar terang sudah sangat menghibur nya seolah sinar itu adalah harapan baginya untuk bisa keluar dari tempat yang menyesakkan ini.

Meski ia ragu untuk melakukan nya.

Suara kenop pintu yang dibuka seseorang memecah obrolannya dengan rembulan malam itu. Muncullah sosok pria pilihannya  dengan pakaian kerjanya yang sudah tak berbentuk, dasi longgar, kemeja keluar bahkan sabuk yang sudah hilang dari tempatnya.

Pria itu menghela nafas kasar saat melirik makanan diatas meja nakas masih terlihat utuh tanpa tersentuh sedikit pun, "kau tidak memakannya lagi?" tegas pria itu dingin.

Tak ada respon sedikitpun, ia masih betah duduk melihat keluar jendela dengan tatapan sendunya. Sampai terdengar suara langkah mendekati dirinya kemudian sepasang tangan membalikkan tubuhnya menghadap pria yang berbicara padanya tadi.

"Apa kau tuli? Hah?!" sentak pria itu tepat dihadapan nya. Namun masih tak ada respon darinya, sikap dingin Dahyun padanya membuat kontrol emosi nya tidak stabil.

"Jawab Kim Dahyun!"

"Mau sampai kapan?" tanya Dahyun sendu, ia beranikan menatap manik obsidian pria berstatus kekasihnya ini.

"Mau sampai kapan kau melakukan ini padaku?"

Terlihat jelas tatapan tidak suka atas pertanyaan yang Dahyun lontarkan padanya, "Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau masih belum mengerti apa yang kulakukan ini demi dirimu!" ucapnya dengan nada tinggi.

Mata Dahyun mulai memanas berkaca-kaca, untuk kesekian kalinya prianya ini berbicara tinggi padanya. Sontak hal itu membuat Jimin tidak tega melihatnya karena bagaimanapun gadis didepannya ini adalah harga dirinya, separuh jiwanya. ia berusaha mengontrol emosi nya yang berakhir helaan nafas dalamnya.

"Aku mencintaimu Dahyun-ah. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu" ucapnya melembut seraya tangannya terulur mengelus pipi putih yang terlihat semakin tirus itu lembut.

Entah apa makna Cinta yang ada dipikiran mu Park Jimin. Aku tidak mengerti!

Dahyun melepaskan tangan Jimin yang bertengger dikedua bahunya kemudian beranjak duduk di tepi kasur Queen Size nya, "benarkah demikian?" tanyanya.

"Tentu saja. Apalagi jika bukan karena itu"

Dahyun terkekeh sinis mendengar jawaban itu, "Tapi aku tidak merasakan cinta darimu" ucapan Dahyun jelas membuat Jimin naik pitam, terdengar geraman kesal darinya, tercetak kemarahan diwajah nya seolah ada ranjau akan segera meledak.

"Yang aku rasakan darimu bukanlah cinta — tapi obsesi" sinis Dahyun.

"Jangan membuat ku marah Kim Dahyun. Harusnya kau bersyukur tidak kusentuh saat situasi dan keadaan sangat mendukung ku untuk menyentuhmu lebih jauh! kau tidak menghargai usahaku menahan untuk tidak merusakmu! Huh?!" sentak Jimin.

Imagination Hikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin