Part-1

4 1 0
                                        

"Jonathan! ingat hal ini"

"Jaga bicara, jaga sikap, dan usahakan untuk tetap tersenyum dalam keadaan apapun"

"Tunjukin kalau kamu bahagia dengan perjodohan ini"

Titah Dinda sembari membenarkan dasi putra kesayangan nya itu, ia tersenyum melihat anak nya yang terlihat sangat tampan dengan dasi pemberian calon mertua Jonathan.

Dasi yang dikirimkan oleh kedua orangtua gadis yang akan dinikahi Jonathan itu sangat cocok berada di leher Jonathan.

Tanpa diketahui oleh mereka, yang memilih dan membeli dasi itu adalah gadis nya. Yaa, Keynara Bayuni lah yang membeli dasi itu.

Jonathan menghela nafas kesal, ia tidak menyangka kalau rencana perjodohan nya senyata ini. Ia mendengus kesal, dan terus berdecak tak senang.

Ia bukannya tidak siap menikah, tapi dia bahkan tidak mengenal perempuan yang akan ia nikahi. Jonathan tidak bisa hidup dengan wanita yang sama sekali tidak ia cintai.

Jonathan punya dambaan hatinya sendiri, kenapa harus perjodohan yang ia terima?. Bahkan Jonathan belum sempat menyatakan cinta nya pada perempuan dambaannya itu.

Hal itulah, yang membuat Jonathan tidak setuju dengan perjodohan ini. Ia berharap kalau perempuan yang akan ia nikahi ini tidak menyukai nya atau bahkan kabur dari lamaran ini. That's crazy.

Melihat ekspresi kesal anaknya, Dinda hanya bisa pasrah, tapi ia tidak akan mengalah. Ia akan terus mendesak anaknya untuk tetap menikah dengan putri keluarga Bayuni.

"Dan kalo bisa..." Suara Dinda tertunda oleh helaan nafas.

Jonathan mengernyitkan alis penasaran, apa lagi yang akan dikatakan mamanya itu.

"Kalo bisa kamu harus terlihat mencintai Nara" Dinda tersenyum licik setelah menyelesaikan ucapan nya yang sempat tertunda oleh helaan nafas.

Jonathan membulatkan matanya terkejut dan tidak terima. Kenapa ia harus berpura-pura mencintai seseorang? Bukankah itu jauh dari sifat seorang lelaki sejati? Lagian Jonathan bukan tipe laki-laki yang suka mempermainkan perasaan wanita, ia tidak pernah mendekati wanita yang tidak ia cintai, Jonathan bukan tipe laki-laki pecundang yang seenaknya mempermainkan perempuan.

"Hmm?? Bisa kan?" Dinda menyadarkan Jonathan dari lamunannya, sekaligus memastikan kalau anaknya bisa melakukan apa yang tadi ia katakan. Dinda tidak bermaksud menyuruh Jonathan untuk berbohong, tapi justru Dinda merasa dengan seolah-olah mencintai, Jonathan perlahan akan benar-benar mencintai Keynara, itu harapannya.

Jonathan dengan cekatan menggeleng, sudah bisa dipastikan ia tidak setuju dengan permintaan mamanya.

"Kenapa menggeleng?"

"Bisa kan? Katanya semua hal bisa dilakukan oleh Jonathan Clovis, kok hal ini engga?" Dinda sengaja membuat gengsi seorang Jonathan membeludak agar ia tanpa sadar setuju.

Baru saja Jonathan akan membuka mulut untuk membantah, Dinda sudah memotong.

"Kalo ga bisa? Usahain bisa! Dan jangan bantah!!" Potong Dinda.

"Ma! Tapi kita sama aja php in mereka?" Jonathan tak setuju. Ia tidak ingin memberikan harapan palsu pada gadis itu. Ia lebih baik memberi tau yang sejujurnya pada gadis itu. Kalau dia tidak setuju dengan perjodohan ini, dan tidak bisa menerima wanita itu dalam hatinya.

Dinda diam sejenak, sangat terlihat dari wajahnya ia sedang berfikir.

Melihat mama nya diam, timbul senyum kemenangan dalam batin Jonathan.

"Ga php sayang!"

Ternyata tidak! Sifat keras kepala dan batu Jonathan memang turun dari mamanya ini.

Jonathan hanya memasang wajah datar.

JonathanWhere stories live. Discover now