Sejak sekitar pukul 4 subuh, Kiran begitu sibuk mengurus berbagai macam hal. Dari mulai menyiapkan sarapan hingga membantu putri kecilnya bersiap-siap. Sungguh pagi yang hactic bagi dirinya yang berstatus single parent.
Beberapa hari yang lalu, Kiran mendapatkan kabar dari pihak Oxford University, bahwa dirinya lulus tes administrasi dengan jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3. Salah satu syarat yang harus ia penuhi agar bisa dinyatakan diterima adalah ia harus melakukan wawancara tatap muka secara langsung dengan pihak universitas. Maka dari itu, hari ini ia akan berangkat ke sana. Tentunya bersama sang putri tercinta beserta pengasuhnya.
"Balqis sini dulu, Nak. Ini loh, rambutnya dianyam dulu biar rapi." Ucap Kiran, sambil menganyam rambut pirang putri kecilnya yang kriwil.
"Mah, kita mau ke mana?" Tanya gadis usia 5 tahun itu.
"Kita pergi jauuuuuh dari rumah. Nanti Balqis harus pinter ya, nggak boleh rewel waktu di pesawat." Sahut Kiran, sambil tangannya menganyam rambut Balqis.
"Lama kah?" Tanyanya lagi.
"Heem. Waktunya lamaaaaa sekali. Jadi, Balqis nanti tidur aja, ya." Ucap Kiran memberi pengertian.
Selesai dengan semua persiapan, sekitar pukul 8 pagi, Kiran beserta sang puteri dan pengasuhnya pun segera berangkat menuju bandara. Dengan menumpang taksi yang sudah Kiran pesan sebelumnya.
♡♡♡
YOU ARE READING
Hadiah Terindah
General FictionSpin Off Istrinya Guru Besar Kiran terperangah menatap sosok pria berpakaian khas seorang chef profesional yang sedang berdiri memandang dirinya dengan tatapan sendu. "Kau....bagaimana mungkin?" Tanya Kiran, sebelum akhirnya kehilangan kesadarannya...
