1

38 0 0
                                        

TOK! TOK! TOK!

"Tip! Yuhuuuu Tipaaa!"

Samar-samar suara cempreng dengan ketukan tak berirama terdengar oleh telingaku yang baru saja hampir tenggelam di alam mimpi.

Membuka pintu, berdiri Yasmin yang mengangkat ponselnya setinggi kepala, menyelonong masuk ke dalam kamar dan rebahan santai diatas kasurku. Untung dia teman kos satu-satunya yang aku kenal disini, kalau bukan sudah pasti aku tendang manusia ini ke jalan raya di depan.

"Tif, asli gue deg-degan banget!" Wajah Yasmin terlihat gelisah nggak menentu.

"Lo kenapa sih, Yas?" Tanyaku bingung. Dia lagi kumat gila karena tumpukan lapraknya atau karena praktikum pada sapinya yang gak selesai-selesai itu?

"Penempatan KKN udah keluar, lho tipa! Kan kan lo pasti gak tahu."

Bentar. Apa katanya? KKN? Mataku ikut melebar. "Hah? Serius lo?"

"Iya, woy! Cuma ini web nya masih loding sampai sekarang. Error kali ya banyak yang akses?" Felisya menunjukkan layar ponselnya yang lagi mutar mutar kepada ku.

Langsung saja kantuk dimataku buyar. Jemariku menjangkau ponsel diatas nakas dan segera membuka web kkn yang sama dengan yang tertera pada ponsel Yasmin.

Sekitar lima menit berulang kali me-refresh Chrome dengan perasaan campur aduk, akhirnya web itu bisa diakses. Sementara di ponsel Yasmin, kelihatannya masih belum bisa.

Tidak sampai satu menit, terpampang besar logo biru kampus tercinta beserta tulisan bold: informasi penempatan KKN .

Cepat-cepat kubalikkan layar dan menelungkupkannya di atas kasur. Jujur, kalau boleh dikatakan sebenarnya aku belum siap dengan kerepotan kkn ini. Membayangkan tinggal dengan orang-orang yang baru dikenal? Hidup di daerah yang gak pernah di datangi sebelumnya? Bersosialisasi dengan warga sekitar? Rasanya energiku sudh habis duluan.

"Gimana?! Udah bisa?! Lo dapat dimana?" Yasmin menatapku dengan tidak sabar.

"Udah muncul. Tapi nanti deh gue lihat." Kataku. "Nunggu lo dulu, biar sama sama."

"Oke!" Ia kembali pada ponselnya.

"Muka lo kenapa gitu sih?" Tanyaku yang melihat raut wajah tegang Yasmin.

Gadis dengan daster coklat itu melirikku kemudian menghembuskan nafas, "Gue takut dapat penempatan yang jauh Tif, apalagi yang deket-dekat perbatasan provinsi gitu."

"Jangan gitu, ntar tau-tau lo malah dapat disekitar sana." kataku.

"Makanya, doain gue semoga nggak dapat disana. Gue pingin dapat yang didekat-dekat sini aja, terus kalau boleh yang banyak tempat wisatanya biar gue bisa healing." Memang kadang Yasmin itu suka nggak tahu diri.

Aku mendelik, "Belum juga KKN udah healing yang lo pikirin. Gue malah mikir gimana harus bersosialisasinya anjir."

"Iyalah, harus gitu biar tetap waras say. Sosialisasi mah gampang, sksd aja sama temen baru."

Katanya enteng, aku hanya bisa menghembuskan nafas.

"Udah bisa belum punya lo?" Tanyaku lagi.

"Bel--Eh, oh my god? Udah!"

Mata Yasmjn lantas melebar, hampir copot. Dengan wajah tegang dan mulut terbuka, gadis itu menggulir layar ponselnya pelan-pelan.

"Gimana? Dapat di daerah mana?"

Yasmin melirikku perlahan. Matanya masih melebar, "What ... serius? Njir ini dekat perbatasan sumbar jambi?!"

"Serius lo Yas?"

"Dua rius!" Gadis itu terlihat membuka maps pada ponselnya, "Gila ... delapan jam perjalanan? Mati gue, Tivaaa!"

Ia melemparkan ponselnya ke arahku dengan wajah murung, sukit menerima kenyataan. "Tiv, gue nggak mau disana anjir, gimana ya Tiv?"

"Coba aja dulu, mana tau tempatnya bagus."

"Tapi panas dan jauh banget, Tivaa!"

Yasmin bersandar, menenggelamkan wajahnya ke dalam selimutku, meratapi nasibnya. Lalu ia melirikku dengan wajah serius saat tersadar sesuatu.

"Lo sendiri dimana jadinya?"

Pertanyaannya menyadarkan bahwa aku belum benar-benar melihat penempatan KKN-ku sendiri. "Belum gue liat tapi,"

"Coba liat Tiv! Semoga ... kita satu tempat." Kata Felisya, membuatku meliriknya dengan ujung mata.

"Gue nggak masalah dimanapun sih kalau sekelompok sama lo."

"Anjay, spesial banget ya gue Tif?"

Aku bergidik, "Najis banget lo Yas. Gue enggak mungkin bisa satu kelompok sama teman sejurusan, jadi satu satunya teman terdekat diluar teman jurusan gue kan cuma elo. Makanya... lagian lo tau gue malas kalau harus nyari teman baru."

"Ya ya ya, ayo lo buka lagi Tiv, gue kepo!"

INFORMASI PENEMPATAN KKN UNIVERSITAS NEGRI WIJAYA

NAMA: Tivania Sybila Malik
NIM: 2210013002
Fakultas/jurusan: MIPA/Matematika

PENEMPATAN:
Nagari Batu Gadang
Kecamatam Koto Alam
Kabupaten Solok

"TIVVVVVVVVV? LO DAPAT DI DAERAH IMPIAN GUE!?!"

************

Hai hai 🫵🏻
Selamat datang di cerita pertamaku ~~

Aku mau cerita sedikit ya terkait cerita ini. Ceritaku ini berlatar di sumatera barat ya guiss.

Pertama, karena berlatar di sumatera barat aku mengambil nama daerah kota solok dan padang biar terkesan nyata. Namun meski begitu, nama kecamatam dan nagarinya itu fiksi ya guisss.

kedua, kisah dan karakter di cerita ini pure fiksiii ya, alias tidak ada gavin, tiva dan teman temannya di dunia nyata😔

ke tiga, sampai jumpa di part selanjutnya🫵🏻🤭

tertanda,
kembaran GYJ😚

Everyday YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang